Kang Emil Beri Nama Bayi Orang Utan Itu Emil Cinta Lestari

Kang Emil Beri Nama Bayi Orang Utan Itu Emil Cinta Lestari

Ridwan Kamil menggendong Cinta Lestari di Kebun Binatang Bandung. (foto - Humas Pemkot Bandung)

Bandung - Dua bulan lalu,  bayi orang utan betina asal Kalimantan  telah lahir di Kebun Binatang Bandung.  Bayi orang utan tersebut diberi nama "Cinta Lestari" oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil. Dengan nama itu, Emil berharap, agar keberadaannya tetap lestari.
 
"Ya, diberi nama oleh pak Wali itu tadi sekitar jam 11, namanya Cinta Lestari (Ciles). Cinta itu sebuah kata yang artinya saling sayang, sedangkan lestari berhubungan dengan alam. Jadi semoga bayi orang utan ini menjadi lestari, itu kata pak Wali," sebut Marketing Communication Kebun Binatang Bandung (KBB), Sulhan Safii, Sabtu (18/11/2017).
 
Menurut Sulhan, kelahiran Ciles tepatnya pada 23 September 2017 lalu memang baru dipublikasikan karena harus melalui tritmen terlebih dahulu. "Alhamdulillah bayi orang utan sudah lahir, kondisinya sehat dan menyusuinya sangat bagus. Baru diekspos saat ini memang standarnya seperti itu. Setelah tritmen bagus, baru dipublikasikan," katanya.
 
Mengenai perkembangan bayi orang utan di usianya yang baru dua bulan tersebut, lanjut Sulhan seperti halnya bayi manusia yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur. Namun, respon terhadap keeper atau penjaga satwa dinilai sangat baik.
 
Pasalnya, Ciles sudah mulai bisa menggenggam. Meski demikian, penjagaan selama 24 jam tetap dilakukan, dengan tujuan agar perawatan dapat berjalan baik. Hal itu tidak hanya dilakukan pada bayi orang utan, tapi juga bagi semua satwa yang baru lahir akan dijaga penuh oleh perawat selama 24 jam.
 
"Bayi orang utan berumur dua bulan itu, ya layaknya bayi manusia, baru bisa bangun - tidur bangun - tidur. Namun responnya sangat baik sama keeper-nya. Penjagaan dilakukan selama 24 jam, jadi ada keeper yang jaga atau piket malam," tegasnya.
 
Menurut Sulhan, saat ini Ciles baru dapat meminum susu khusus primata. Sedangkan di usia keenam bulan menuju satu tahun nanti, ia akan dikenalkan makanan dari alam seperti halnya pisang dan pepaya. Sementara untuk tempatnya, Ciles pun masih tinggal di karantina.
 
"Dua bulan masih disimpan di karantina, karena kalau disaksikan ke pengunjung, nanti ada yang mau gendong atau foto. Sementara aturan internasionalnya sudah tidak bisa difoto. Aturannya sudah begitu, jangankan untuk orang utan bayi, orang utan tua saja sudah tidak bisa difoto jarak dekat atau selfi. Keculai foto jarak jauh itu tidak masalah,” tambahnya.
 
 
Sementara itu, Kebun Binatang Bandung juga punya satu lagi bayi, yakni seekor tapir. Menurut Emil, dengan hadirnya koleksi satwa baru di Bonbin, itu menunjukkan perkembangan dalam pengembangbiakan satwa. "Alhamdulillah ini menunjukkan pengembanbiakan tidak harus di alam, tapi bisa ditempat ini," katanya.
 
Untuk tapir diberi nama "Hegar" oleh Pembina Yayasan Bonbin, sekaligus Sekjen Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia Tony Sumampau. Nama Hegar punya arti riang gembira, diharapkan tapir itu nantinya bisa menjadi hewan yang riang dan gembira pula.
 
Saat memberikan nama, Emil sempat menggendong Ciles sambil mengayun-ayunkan layaknya bayi dari rahim manusia. Bayi lucu dan mungil itu sesekali menguap dan melihat ke arah sekitar karena tengah banyak kamera diarahkan pada Ciles. "Lucu ya," kata Emil. Ia pun sempat mengabadikan momen menggembirakan dan langka tersebut. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,