Kenaikan BI Rate Picu Perang Suku Bunga Bank

Kenaikan BI Rate Picu Perang Suku Bunga Bank

Kenaikan BI Rate Picu Perang Suku Bunga Bank

Jakarta - Kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) akan memicu lembaga perbankan untuk kembali melanjutkan perang suku bunga deposito, padahal belakangan hal itu sudah mulai mereda.
 
Menurut Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan, Nelson Tampubolon suku bunga deposito sudah menurun yang diikuti oleh (bunga) kredit yang juga sudah mulai mengalami penurunan. Namun, kebijakan BI kemarin membuat perbankan kembali terguncang.
 
"Karena BI Rate naik, pasti ada kecenderungan mereka (bank) bakal menaikkan suku bunga juga," katanya di Jakarta, Rabu (19/11/2014).
 
Dia menjelaskan, sejauh ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengupayakan untuk menekan agresifitas lembaga perbankan dalam persaingan suku bunga dana pihak ketiga (DPK), terutama deposito. "Kami mematok (bunga DPK) sebesar 2 persen di atas BI Rate untuk BUKU IV. Otomatis mereka terbuka untuk naik," ujarnya.
 
Menurutnya, OJK telah secara serentak membatasi bunga DPK per 1 Oktober 2014, dengan ketentuan bunga DPK pada bank BUKU 4 maksimum 200 basis poin di atas BI Rate. Termasuk seluruh insentif yang diberikan secara langsung kepada nasabah. Sedangkan, untuk bank BUKU 3 maksimum suku bunga 225 bps di atas BI Rate.
 
Kebijakan OJK untuk menekan perang suku bunga deposito itu berlaku saat BI Rate berada di level 7,5 persen. Kemarin, BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan ke level 7,75 persen sebagai upaya merespons kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
 
Diharapkan, lembaga perbankan tidak menaikkan suku bunga deposito, karena hal itu dikhawatirkan akan mengulang perang suku bunga deposito. "Semoga mereka tidak menaikkan suku bunga deposito," tandasnya.(Jr.)**
.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,