Ribuan Buruh Sampaikan Aspirasi di Depan Gedung Sate

Ribuan Buruh Sampaikan Aspirasi di Depan Gedung Sate

Ribuan buruh berunjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung. (foto - @Sky_marryland)

Bandung - Massa buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Barat berunjuk rasa di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (21/11/2017). Mereka menuntut agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghapuskan Upah Minum Provinsi (UMP) 2018.

Massa sudah berdatangan ke depan Gedung Sate sejak pagi, dengan titik kumpul di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Mereka kemudian melakukan jalan kaki ke Gedung Sate. Dalam aksinya, ada beberapa tuntutan yang disampaikan para buruh kepada Gubernur Jawa Barat, yang pada intinya meminta kelaikan upah.

Antaranya meminta gubernur menetapkan UMK tidak mengacu pada pasal 44 PP 78 tahun 2015. "Kami meminta gubernur di akhir masa jabatannya untuk menetapkan UMK 2018 tidak memakai formula Pasal 44 PP 78/2015, tapi sesuai rekomendasi bupati/walikota." kata orator.

Sebab, ada beberapa kabupaten/kota di merekomendasikan UMK di atas formula nasional. "Jika penetapan UMK terus menggunakan formula Pasal 44 PP 78/2015, akan terus terjadi disparitas upah yang tinggi antar-kabupaten/kota di Jawa Barat," tegasnya.

Selain itu, buruh juga menuntut kenaikan upah lebih dari 8,7 persen. Mereka berharap, pemerintah Jawa Barat menghapus UMP 2018, karena memicu konflik antara buruh dan pengusaha.

Mereka juga menolak diberlakukannya upah padat karya, khususnya untuk sektor garmen dan konveksi. Sebab hal tersebut dinilai rawan diselewengkan oleh pengusaha. (Jr.)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,