Empat Perjalanan KA Tertahan Akibat Longsor Malangbong

Empat Perjalanan KA Tertahan Akibat Longsor Malangbong

Hingga dinihari petugas PT KAI Daop II Bandung masih melakukan pengerukan dan perbaikan rel kereta yang terkena longsor di jalur Cipeundeuy. (foto - @PTKAI)

Garut - Longsor yang menerjang wilayah Stasiun Bumiwaluya - Stasiun Cipeundeuy di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut tepatnya di Km 231, menghambat sejumlah perjalanan kereta api baik dari maupun ke Bandung, Rabu (22/11/2017) malam.
 
Longsor tepatnya menerjang wilayah Desa Cikarang disebabkan hujan deras, yang mengakibatkan perlintasan kereta api tertutup. Sedikitnya empat kereta api tertahan baik dari Bandung - Surabaya maupun sebaliknya terhambat. Hal ini terjadi akibat material longsoran yang terjadi di 8 titik menutupi jalur perlintasan.
 
Berdasarkan keterangan Kepala Stasiun Kereta Api Cipeundeuy Sulaeman menyebutkan, hujan deras yang terus menerus mengguyur mengakibatkan longsor menerjang di 8 titik jalur perlintasan kereta api. Kereta Argo Wilis jurusan Surabaya - Bandung tertahan sejak sore, karena jalur perlintasan tak bisa dilalui.
 
Akibat tidak bisa meneruskan perjalanan, ratusan penumpang rencananya akan dievakuasi dengan menggunakan bus yang sudah disiapkan oleh PT KAI. "Petugas tengah melakukan pembersihan material longsor yang menimbun rel dengan menggunakan alat berat. Dengan 8 titik longsor otomatis selama 24 jam kereta api dari berbagai jurusan tak bisa lewat," katanya.
 
Sementara itu, Manajer Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus menyebutkan longsor yang terjadi menyebabkan jalur rel sepanjang kurang lebih 40 meter tertimbun longsoran yang ambrol dari ketinggian sekitar 5 meter.  "Longsoran menutup jalan rel sepanjang sekitar 40 meter terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Kini sedang dalam proses penanganan petugas," katanya.
 
Akibat longsor tersebut, sejumlah perjalanan kereta api untuk sementara terhambat. Antara lain KA Argo Wilis terhenti di Stasiun Cirahayu, KA Malabar di Stasiun Bumiwaluya, KA Mutiara Selatan di Stasiun Cibatu serta KA Kahuripan di Stasiun Cicalengka.
 
Sebelumnya, Camat Malangbong Teten Sundara mengatakan, banjir telah menerjang rel di Stasiun Cipeundeuy yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, sesaat setelah hujan deras mengguyur wilayah itu. "Banjir merendam Stasiun Kereta Api Cipeundeuy, akibatnya jalur kereta terendam air," katanya.
 
Longsor terjadi di dua titik jalur rel, yakni di Kampung Cidahu Desa Haurkuning dan di Cikarang yang menyebabkan jalur rel tertutup material longsoran. Bahkan, dilaporkan jalur rel yang terdampak longsor tersebut terjadi pergeseran.
 
Ia menyatakan, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan PT KAI terkait daerah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di jalur rel tersebut. "Kami masih melakkan koordinasi dengan pihak terkait, untuk menangani jalur kereta yang terendam," katanya.
 
Selain menerjang jalur rel kereta api, bencana banjir juga melanda permukiman penduduk di Kampung Cijanur Desa Sukamanah serta fasilitas umum lainnya. Banjir akibat adanya luapan sungai yang melintas wilayah Kecamatan Malangbong. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,