Calon Pramugari & Kekasihnya Itu Tega Bunuh Bayi Sendiri

Calon Pramugari & Kekasihnya Itu Tega Bunuh Bayi Sendiri

Dua tersangka GM (20) dan RR (19) diamankan di Mapolres Cimahi. (foto - tribunjabar)

Cimahi - Terungkap, pasangan kekasih GM (20) dan RR (19) tega menghilangkan nyawa bayi anak kandung mereka sendiri, yang baru dilahirkan. Keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

"Motifnya karena panik, malu memiliki anak hasil hubungan gelap," sebut Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara didampingi Kasatreskrim AKP Niko N. Adiputra kepada wartawan di Mapolres Cimahi, Kamis (23/11/2017).

Berdasarkan laporan masyarakat ke pihak kepolisian, keduanya masih berstatus sebagai mahasiswa. Bahkan, tersangka perempuan sedang ikut tes di salah satu maskapai penerbangan. "Statusnya mahasiswa dan calon pramugari. Setelah melahirkan, tersangka perempuan langsung berangkat ke Jakarta untuk ikut tes kerja di salah satu maskapai," katanya.

Kejadian berawal saat keduanya melahirkan bayi mereka dengan menumpang di rumah kos temannya di Cimahi Tengah Kota Cimahi, pada Minggu 19 November 2017. "Bayi itu lahir ditangani oleh mereka berdua. Setelah lahir mereka panik dan ingin menghilangkan nyawanya. Mereka berniat menguburnya dalam kondisi hidup," tegas Niko.

Bayi perempuan itu dibalut dengan kaos dan dibawa menggunakan plastik kresek. "Mereka muter-muter ke wilayah Kota Bandung dan Cimahi mengendarai sepeda motor mencari pemakaman tapi tidak ketemu. Akhirnya kembali ke kosan, dan bayi dalam keadaan meninggal," katanya.

Di kawasan Babakansari, pelaku GM meminta tolong warga untuk menguburkan bayi meninggal itu yang dibawanya menggunakan kantong kresek. "Karena curiga, warga melapor ke kepolisian dan saat itu juga petugas mengamankan pelaku dan mengakui perbuatannya," katanya.

Barang bukti yang diamankan berupa 1 buah cutter warna kuning, 1 potong kaos warna abu-abu, dan 1 potong kaos warna abu-abu muda. Selain itu dua kantong plastik, 1 buah tas merk eiger warna hijau tua dan 1 unit sepeda motor warna biru bernomor polisi Z 2327 AY beserta kunci dan STNK kendaraan.

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 80 (1),(2),(3) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dan Pasal 342,341,343 KUHPidana. Ancaman hukumannya penjara hingga 10 tahun. Tersangka RRS terus menangis dan berlindung di balik petugas polwan. Sedangkan tersangka GM menyatakan penyesalan atas perbuatannya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,