Ledakan 'Bom' Warnai Simulasi Pengamanan Pilgub Jatim

Ledakan 'Bom' Warnai Simulasi Pengamanan Pilgub Jatim

Kerusuhan dan dua kali ledakan bom warnai simulasi pengamanan Pilkada Jatim di Kenpark Kenjeran Surabaya. (foto - ist)

Surabaya - Kerusuhan terjadi yang diwarnai dengan adanya ledakan "bom" sebanyak dua kali di Kenpark Kenjeran Surabaya. Untuk menangani kejadian tersebut sekitar 800 personel diturunkan, termasuk Brimob dan tim Gegana, Kamis (23/11/2017).

Peristiwa kericuhan bermula ketika ada penyanderaan tim sukses oleh kelompok radikal di Kota Surabaya. Pengamanan pun langsung dilakukan Polda Jatim, yakni dengan menerjunkan anggota dari Brimob dan Sabhara.

Namun saat proses pembebasan, ledakan bom terjadi. Asap tebal membumbung tinggi di atas lokasi penyanderaan. Tim Gegana diterjunkan untuk menyisir lokasi dengan menggunakan mobil robot. Sedangkan ledakan kedua terjadi, akhirnya kelompok teroris berhasil dilumpuhkan.

Demikian sekelumit simulasi jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018 yang digelar Polda Jawa Timur. Simulasi tersebut disaksikan langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin. "Simulasi menjadi bagian upaya pengecekan kesiapan personel dan peralatan, dalam mengamankan Pilkada serentak. Mulai dari tingkatan landai aman sampai tingkat yang butuh penanganan khusus," kata Machfud.

Menurutnya, Polda sudah melatih brimob dan personel yang lain. Awal 2018 nanti, pihaknya akan kembali menggelar pelatihan dengan melibatkan seluruh stakeholder, yang memang mempunyai kepentingan dalam pengamanan Pilkada.

Antara lain jajaran TNI yang harus bergabung dengan Polri. Kemudian yang kedua dengan para tokoh agama mungkin bisa dikolaborasikan menghadapi unjuk rasa. Dalam beberapa tahun terakhir ini kehadiran para ulama bisa meredam emosi masyarakat. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,