Atap Runtuh Timpa Puluhan Siswa SD Perumnas Cijerah 182

Atap Runtuh Timpa Puluhan Siswa SD Perumnas Cijerah 182

SD Perumnas Cijerah 182 di Jalan Cijerah No. 04 Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung - Sedikitnya 30 siswa kelas IV SD  Perumnas Cijerah 182 di Jalan Cijerah nomor 04  Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung dilarikan ke Rumah Sakit Avisena Cimahi, akibat tertimpa reruntuhan atap plafon dan bata yang runtuh saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung, Jumat (24/11/2017).

Kepala Sekolah SD Perumnas Cijerah 182 Kota Bandung, Sutimah menjelaskan kejadian runtuhnya atap flafon tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, saat 30 siswa kelas IV tengah belajar di kelas. "Tiba-tiba ada suara 'brug' dari lantai dua dibarengi dengan teriakan anak-anak. Kami langsung melihat kondisi kelas, anak-anak juga langsung dibawa ke RS Avisena," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter rumah sakit, hanya beberapa siswa yang mengalami luka robek dan lecet di bagian kepala dan lecet. Sedangkan siswa yang tidak mengalami luka diperbolehkan kembali ke sekolah.

"Banyak debu yang menempel di kepala siswa, takutnya ada yang terluka parah, sehingga seluruh siswa dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa, satu anak harus dijahit di bagian kepala dan tiga anak lainnya mengalami memar dan lecet di kaki," kata Sutimah.

Pihak sekolah yang berbatasan dengan Kota Cimahi itu langsung menghubungi para orangtua, dan siswa pun dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Diduga, runtuhnya atap plafon kelas tersebut karena memang sudah lapuk. Padahal, pihak sekolah rencananya akan merehab kelas itu pada tahun 2018.

"Kelas terakhir direhab sekitar tahun 2012, saat saya belum menjabat kepala sekolah di sini," katanya. Atas kejadian itu, kegiatan belajar siswa kelas IV harus dipindah untuk sementara. Sedangkan siswa yang mengalami luka, sekolah membolehkan istirahat di rumah untuk memulihkan kondisinya.

Sementara itu, Kapolsek Bandung Kulon Kompol Kasmilan mengaku, pihaknya telah menerima laporan adanya kejadian runtuhnya atap salah satu kelas di SD Perumnas Cijerah 182 Kota Bandung. "Dari keterangan saksi, kejadiannya menjelang salat Jumat. Saksi mendengar ada suara gemuruh tembok penyangga genting yang runtuh menimpa eternit, lalu jebol menimpa siswa," katanya.

Menurut Kasmilan, luka yang dialami para siswa tidak begitu parah sehingga bisa dipulangkan. Bangunan penyangga tiang ke atap genting tidak diberi besi, tapi hanya disemen sehingga gampang roboh ketika ada getaran.

"Bangunan harus segera diperbaiki, jangan menimbulkan bahaya lagi. Kami sudah melakukan penyelidikan, untuk ke depan polisi bisa lakukan pendalaman dengan memanggil kepala sekolah untuk dimintai keterangan." tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:,