Daop II Bandung Deteksi 49 Titik Rawan Bencana di Jalur KA

Daop II Bandung Deteksi 49 Titik Rawan Bencana di Jalur KA

Material longsor menimbun jalur kereta api di KM 233+78 Cipeundeuy Kabupaten Garut Jawa Barat. (foto - ant)

Garut - PT Kereta Api Indonesia  (KAI)  telah mendeteksi puluhan titik rawan bencana di sepanjang  jalur yang masuk wilayah Daerah Operasi (Daop) II Bandung. Artinya, daerah rawan bencana tidak hanya berada di wilayah Kabupaten Garut, tapi tersebar di wilayah Daop II PT KAI.
 
"Kami mengidentifikasi sedikitnya ada 49 titik rawan bencana dan terseabr di wilayah Daop II," sebut Manajer Humas Daop II Bandung Joni Martinus kepada wartawan di Stasiun Bumi Waluya Malangbong Garut, Jumat (24/11/2017).
 
"Dengan demikian, tidak hanya di wilayah Bumi Waluya dan Cipeundeuy, tapi ada juga di daerah Plered misalnya. Kemudian ada di wilayah Padalarang, namun semuanya sudah kita antisipasi," katanya.
 
Menurut Joni, ada tiga hal yang dilakukan PT KAI dalam mengantisipasi bencana alam di sejumlah titik tersebut. Misalnya, ada yang namanya posko penjaga daerah rawan. Posko dijaga secara bergantian oleh petugas selama 24 jam, yang dibekali alat keselamatan dan alat komunikasi.
 
Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya juga telah menyiagakan alat berat di titik-titik yang rawan terjadi bencana. "Antisipasi kami lainnya adalah menempatkan AMUS (alat materi untuk siaga). Kami juga menyiagakan flying genk, satuan regu yang bergerak cepat ketika terjadi bencana alam," tegas Joni.
 
Seperti diinformasikan, Jalur Daop II itu sendiri memiliki panjang lintasan sejauh 386,5 kilometer, yang bermuara di Kota Bandung. Batas wilayahnya yakni di Cikampek di bagian barat, Banjar di timur dan Cianjur di bagian selatan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,