Tower BTS Roboh Timpa 3 Unit Rumah Warga di Cipayung

Tower BTS Roboh Timpa 3 Unit Rumah Warga di Cipayung

Tower BTS roboh menimpa tiga unit rumah warga di Jalan Bandar Jati No. 23 Setu Cipayung Jakarta Timur. (foto - ist)

Jakarta - Tower Base Transceiver (BTS)  roboh menimpa tiga unit rumah warga di Jalan Bandar Jati  No. 23 Setu Cipayung Jakarta Timur, Minggu (26/11/2017) sekitar pukul 15.25 WIB.

Proses evakuasi dilakukan petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan, dengan melepaskan beberapa sambungan. Petugas melepaskan bagian dari tower tersebut, dengan melepaskan baut-baut hingga tower jadi pendek.

Tinggi dari tower BTS tersebut mencapai 30 meter. Proses evakuasi tersebut menjadi perhatian warga, yang berkerumun ingin menyaksikan. Saat proses evakuasi praktis akses Jalan Bandar Jati ditutup. Tower BTS yang roboh ini menyebabkan 3 rumah tertimpa.

Petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur langsung mengevakuasi dan garis polisi pun tampak terpasang di lokasi, untuk melokalisir dalam memudahkan proses evakuasi. Tiga rumah rusak parah akibat tertimpa tower. "Rata-rata kamar yang kena timpa," kata sejumlah warga sekitar.

Sebelumnya, petugas Sudin PKP Jakarta Timur, Bahrul mengatakan proses evakuasi tower ditunda karena menunggu koordinasi dengan pemilik tower BTS. "Proses evakuasi masih tertunda, sesaat dilakukan koordinasi dengan pemilik BTS," katanya.

Diketahui, tower BTS itu roboh di saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Jakarta. Meski tidak ada korban, akibatnya jalan menuju Monumen Pancasila sakti tak bisa dilintasi. Menurut warga, saat hujan deras tiba-tiba angin langsung berembus kencang dan terlihat berputar hingga merobohkan tower itu.

Selain menimpa tiga unit rumah warga, robohnya tower BTS itu juga menutus kabel-kabel yang ada di sekitarnya. Sebuah besi pembatas jalan juga hancur tertimpa tiang yang memberi sinyal ke telepon seluler itu. "Beruntung saat roboh mobil sudah melintas," katanya.

Sementara itu, Lurah Lubang Buaya, Fathoni mengatakan, pihaknya kesulitan untuk mengevakuasi tiang yang melintang di jalan itu karena keterbatasan alat. "Kami mengalami permasalahan evakuasi, tiang yang panjang dan berat, menyulitkan petugas," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,