PVMBG Naikkan Level 'Merah' Peringatan bagi Penerbangan

PVMBG Naikkan Level 'Merah' Peringatan bagi Penerbangan

Erupsi Gunung Agung Bali menyemburkan abu vulkanik hingga setinggi 6.142 meter di atas permukaan laut. (foto - Reuters)

Karangasem - Menyikapi aktivitas erupsi Gunung Agung dengan menyemburkan abu vulkanik hingga setinggi 6.142 meter di atas permukaan laut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan level peringatan penerbangan menjadi "merah".
 
"Kalau ketinggian kolom abu sudah lebih dari 6.000 meter di atas permukaan laut bukan di atas puncak, sehingga VONA jadi 'red'," sebut Kepala PVMBG Kasbani di Karangasem Bali, Minggu (26/11/2017).
 
PVMBG melalui Vulcano Observatory Notice to Aviation (VONA) mengeluarkan status baru untuk peringatan penerbangan, Minggu sekitar pukul 05.50 Wita, setelah sebelumnya berada dalam status "orange". VONA menyebutkan, abu vulkanik bergerak ke timur-tenggara mengikuti arah angin.
 
Sebelumnya, Kasbani menyampaikan Tim PVMBG pada Sabtu malam telah melakukan pemeriksaan ke lapangan untuk menyelidiki fenomena sinar terang berwarna merah yang teramati di puncak Gunung Agung. Informasi itu menjadi pertimbangan bagi pilot atau pelaku penerbangan, untuk menghindari jalur udara di sekitar kawasan Gunung Agung.
 
Meski pihaknya mengeluarkan level "red" kewenangan untuk melarang melintas di jalur udara atau di atas Gunung Agung berada di tangan otoritas terkait. Meski berstatus "merah", menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, bandara masih beroperasi normal untuk penerbangan.
 
Namun demikian, tetap dilakukan pemantauan mengenai sebaran abu vulkanik. Sejauh ini, sebanyak 22 penerbangan maskapai asing untuk rute internasional termasuk satu rute domestik batal terbang dari dan menuju Bali.
 
Pemantauan dilakukan dari Desa Muntig sekitar 6.5 km dari Puncak G. Agung. Setelah beberapa kali pengambilan gambar, dapat teramati sinar memancar dari dalam kawah ke kolom abu yang keluar dari kawah Gunung Agung, sehingga mengakibatkan efek cahaya merah pada kolom abu tersebut.
 
Sinar yang memancar itu kemungkinan besar berasal dari dalam kawah. Meski belum dapat dipastikan, besar kemungkinan sinar itu bersumber pada lava yang berada di dalam kawah. Hal itu juga didukung oleh sinyal seismik letusan pada sekitar pukul 23.01 Wita. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,