Whitesky Aviation Rintis Jasa Helikopter Jakarta - Bandung

Whitesky Aviation Rintis Jasa Helikopter Jakarta - Bandung

Perjalanan Jakarta - Bandung dengan helikopter hanya 445 menit. (foto - airmagz)

Bandung - Whitesky Aviation (Whitesky) menyediakan jasa  transportasi  penerbangan dengan helikopter untuk perjalanan Jakarta - Bandung. Dengan menggunakan moda transportasi tersebut, jarak Jakarta - Bandung hanya ditempuh dalam waktu 45 menit.

Chief Executive Officer (CEO) Whitsky Aviation, Denon Prawiraatmaja menyatakan, titik keberangkatan helikopter ada di Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta dengan fasilitas 53 helipad. Range tarif penerbangan dengan helikopter itu berkisar Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per kursi.

"Untuk sementara Jakarta - Bandung kita akan terbitkan dengan harga antara Rp 8 juta sampai Rp 10 juta. Jadi kalau empat (kursi) dibagi Rp 8 juta sampai Rp 10 juta, berkisar Rp 2 juta-an," kata Denon di sela Confrence And Exhibition Helicopter 2017 Summit Indonesia di Hotel Trans Bandung, seperti dikutip dari laman resmi Whitesky.

Helikopter yang disediakan untuk tranportasi umum itu, menggunakan helikopter non-militer jenis Bell 505. Diyakini, keberadaan layanan transportasi helikopter tak akan menjadi pesaing bagi moda transportasi yang sudah ada.

Sebab, keberadaan transportasi helikopter tersebut dibuat untuk berbagai kegiatan yang sifatnya insidentil. Misalnya, saat season lebaran atau ketika orangtua perlu dikunjungi dalam kondisi emergensi. "Jadi layanan kami ada agar masyarakat bisa mencapai Bandung atau Jakarta dalam waktu cepat," katanya.

Adapun jalur helikopter itu memang hanya memprioritaskan layanan transportasi sebagai layanan alternatif, untuk situasi darurat yang membutuhkan waktu lebih cepat. Jadi ia tak berharap, layanannya menjadi comuter transportasi yang pagi berangkat pulang sore. "Mungkin beberapa eksekutif bisa saja seperti itu, tapi kami ingin memberikan sarana alternatif transportasi yang bisa menjangkau lokasi dalam waktu singkat," tegas Denon.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia Kapten Irman Yunus menyebutkan, saat ini keberadaan helikopter di Indonesia belum dimaksimalkan, padahal Indonesia negara kepulauan. Seharusnya helikopter bisa digunakan untuk menangani Illegal loging atau illegal fishing dan kebakaran hutan. "Namun di Indonesia helikopter yang sudah digunakan baru 50 persen," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait