Kasus Bilyet Giro, Tersangka Gugat Praperadilan Polda Jabar

Kasus Bilyet Giro, Tersangka Gugat Praperadilan Polda Jabar

Kuasa Hukum pihak pemohon Ramsen Marpaung dan Leni Anggraeni. (foto - ist)

Bandung - Tersangka WH menggugat praperadilan Polda Jabar dalam perkara jual beli produk perbankan, berupa Bilyet Giro. Seharusnya kasus itu masuk perdata, tapi oleh penyidik dipidanakan. Sidang digelar di ruang 6 Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (5/12/2017).
 
Karena pihak termohon dalam hal ini Polda Jabar tidak hadir, hakim I Dewa Gede Suarditha mengundur sidang dan akan digelar kembali Selasa 12 Desember 2017.
 
Kuasa Hukum pihak pemohon, Ramsen Marpaung dan Leni Anggraeni mengatakan, perkara itu terlalu dipaksakan ke ranah pidana. Padahal, sebetulnya perdata menyangkut jual beli giro. "Pendapat hukum kami, ini ranah perdata dipaksakan pada pidana karena menyangkut jual beli giro, sehingga kami melakukan sidang praperadilan," katanya.
 
Menurutnya, perkara itu berawal ketika pihak pemohon yang kini berstatus tersangka WH melakukan transaksi jual beli giro dengan Toni Gunawan, sejak September 2015 sampai Februari 2017 yang nilai transaksinya Rp 250 miliar.
 
"WH sudah mengembalikan Rp 213 miliar plus denda dan bunga. Sedangkan sisanya, tersangka WH mengalami keterlambatan pembayaran bilyet giro. Namun pihak palapor tidak memberikan toleransi atas kesulitan tersangka. Tonny kemudian melaporkan WH," sebutya.
 
Ramsen menilai, dalam proses penetapan tersangka oleh penyidik Polda Jabar terhadap WH ada beberapa kekeliruan. Pertama, sebelum ditetapkan tersangka seyogianya harus memeriksa Bank Indonesia dan OJK terkait apakah boleh transaksi jual beli giro.
 
"Lebih mengherankan ternyata setelah gelar perkara dengan surat No: B/3750/II/2017/Ditreskrimsus Polda Jabar Tanggal 15 November 2017 hasil gelar perkara mengharuskan Polda Jabar memanggil, ternyata penyidik mengabaikan rekomendasi gelar perkara yakni untuk memeriksa ahli perbankan OJK dan BI," tegasnya.
 
Oleh karena itu, kuasa hukum melakukan upaya praperadilan atas penetapan tersangka WH oleh penyidik. WH pun kini tengah ditahan sementara di rumah tahanan Ditreskrimsus Polda Jabar. "Inti permohonan praperadilan kami, penetapan tersangka tidak sah, dan meminta tersangka dikeluarkan dari rumah tahanan negara," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,