Ngeri, TPS di Cirebon Dipenuhi Ratusan Ton Limbah Medis

Ngeri, TPS di Cirebon Dipenuhi Ratusan Ton Limbah Medis

Ratusan ton limbah medis berserakan di TPS Desa Panguragan Wetan Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon. (foto - ist)

Cirebon - Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Panguragan Wetan Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon penuh dengan limbah medis. Ratusan ton limbah medis itu antara lain jarum suntik, tabung suntik, vaksin, plastik bekas jarum infus, tali jarum infus dan tabung sampel darah.
 
Sanggar Lingkungan Hidup (SLH) Cirebon Cecep Supriyatna menyatakan, limbah medis itu telah ada sejak 2013 dan jumlah limbah itu diperkirakam makin banyak. Diduga, ada pengolahan limbah medis secara ilegal, terkait ditemukannya sejumlah limbah medis yang masih bisa dipakai atu didaur ulang.
 
Menurutnya, limbah medis yang menumpuk di tempat pembuangan sampah itu diduga dari rumah sakit wilayah Tangerang, yang dikirim ke pengepul sampah di Kawasan Panguragan Kabupaten Cirebon. Limbah medis itu berisiko besar menyebarkan virus dan zat beracun lain.
 
Berdasarkam prosedur, limbah medis seharusnya langsung dimasukkan ke dalam insenerator pembakaran dengan pengawasan yang sangat ketat. "Ini sudah melanggar Undang-Undang Lingkungan, limbah medis itu banyak berdampak negatif bagi masyarakat," katanya kepada wartawan, Kamis (7/12/2017).
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni menytakan persoalan limbah medis itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup serta pihak kepolisian. Pihaknya pun sudah memanggil serta menindak perusahaan yang diduga membuang limbah medis itu.
 
"Kami sudah menelusuri sumber limbah medis tersebut, dipastikan bukan berasal dari Cirebon. Kami menduga limbah itu dari rumah sakit yang berada di Bekasi dan Karawang," katanya.
 
Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar. Dinkes bersama DLH Kabupaten Cirebon sudah ke lokasi mengambil sampel dan foto kondisi terbaru limba medis di TPS sementara itu. "Kasus itu pun sudah diserahkan ke kepolisian karena sudah jelas melanggar hukum," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,