Pembuang Limbah Medis di TPS Liar Cirebon Bisa Dipidanakan

Pembuang Limbah Medis di TPS Liar Cirebon Bisa Dipidanakan

KLHK menyelidiki TPS liar yang penuh limbah medis di Desa Panguragan Wetan Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon. (foto - ist)

Cirebon - Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra menegaskan, pembuang limbah medis di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di Desa Panguragan Wetan Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon, bisa dipidanakan.
 
Ia katakan itu seusai mendampingi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel TPS liar tersebut, Minggu (10/12/2017). Menurut Risto, pasca penyegelan TPS liar pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan untuk menemukan bukti lain. 

"Ini sebagian kecil yang ada di sini, dan yang membawa ke sini bisa suspect sebagai tersangka jika memang terbukti. Kita akan cari sumbernya dari mana," tegas Risto.
 
Menurutnya, limbah medis yang ada di TPS liar diduga tak hanya berasal dari Cirebon. "Memang ada indikasi bahwa ini lintas provinsi. Rumah sakit di Cirebon tidak mungkin sebanyak ini," katanya.

Penyelidikan akan terus dilakukan utamanya dengan mengejar rumah sakit, yang diduga membuang limbah medisnya di TPS tersebut. "Dari rumah sakit mana saja, nanti penyidik KLHK yang bisa memberikan statement," katanya. 

Apabila dari hasil investigasinya ditemukan adanya tindak pidana umum, maka akan diproses oleh pihak kepolisian. Namun jika tindak pidana tersebut bersifat khusus atau mengarah pada lingkungan, maka KLHK yang akan menindaknya. 

Sementara itu Kepala Seksi Jasa Direktorat Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 KLHK, Christoper Sirait menyayangkan pembuangan limbah medis di TPS. Menurutnya, ada penanganan khusus untuk limbah rumah sakit. "Sebenarnya tidak dibenarkan limbah medis itu dipindahkan, tapi segera mungkin dimusnahkan. Karena limbah tersebut sifatnya infeksius," katanya.

Iar mengatakan, perkembangan bakteri pada limbah medis terbilang cepat. Setiap delapan jam sekali bakteri di limbah medis melakukan duplikasi, sehingga bisa menjadi sumber segala penyakit. "Penyakit yang ditimbulkan tergantung, yang tahu secara spesifik itu dari kedokteran. Bahkan limbah medis itu bisa menyebabkan kanker, salah satunya kanker kulit," katanya.

Sedangkan risiko terburuk, limbah medis tersebut menjadi sarang virus. Akibatnya tumpukan limbah medis bisa mengakibatkan kematian jika terpapar ke manusia. "Kalau mengandung virus mematikan, ya bisa menyebabkan kematian," tegasnya.

Kepala Balai Penanganan dan Penegakan Hukum (Gakum) KLHK Jawa Bali Nusatenggara (Jabalnusra) Benny Bastiawan menyatakan, penemuan tumpukan limbah medis di Cirebon merupakan kasus pertama yang ditangani Dirjen Gakum KLHK. Tumpukan limbah medis itu secara jumlah sangat besar.

"Ini pertamakali di wilayah kami. Kami membutuhkan bahan-bahan penelitian lanjutan, untuk itu teman kami dari direktorat pengelolaan limbah B3 mengumpulkan bukti-bukti," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,