Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Ogan Ilir Sumsel

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Ogan Ilir Sumsel

Densus 88 Tmenngkap dua terduga teroris di Ogan Ilir Sumatera Selatan. (foto - ilustrasi)

Ogan Ilir- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali meringkus dua terduga teroris di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, Minggu (10/12/2017) dinihari. Keduanya diduga terlibat pemasokan senjata api bagi kelompok teroris Asep, yang diringkus di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) tahun 2016.
 
Berdasarkan informasi, kedua pelaku berinisial AK alias YZ (29) dan MS (27), warga Desa Pulau Semambu Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing. Enam personel Densus diturunkan dalam penangkapan itu. Petugas langsung membawa kedua pelaku ke Mako Brimob Polda Sumsel di Palembang.
 
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, kedua pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif. "Dua terduga teroris dibawa ke Mako Brimob untuk dilakukan pemeriksaan dan dilakukan pengembangan," katanya.
 
Ia mengimbau, masyarakat segera melapor jika mendapati warga yang mencurigakan. Apalagi warga tersebut lebih cenderung menyendiri dan tak bersosialisasi dengan masyarakat setempat. "Kebanyakan terduga teroris yang ditangkap seperti itu (tidak bersosialisasi), itu yang patut dicurigai," tegasnya.
 
Seperti diketahui, tim Densus 88 antiteror bersama Polres OKUS meringkus seorang terduga teroris berinisial A di rumahnya, yang sekaligus dijadikan toko bordir 'Kapten' di Jalan Muara Dua-Liwa Bumi Agung OKUS Sumatera Selatan, 15 Agustus 2016. Penangkapan dilakukan oleh tim Densus 88 antiteror pimpinan AKBP Viktor L dan tim SV Densus 88, Kanit SV AKBP Samsul Priasmoro.
 
Penangkapan A berdasarkan keterangan dari tersangka teroris bernama Pujianto alias Anto alias Raider dan Panji Kokoh Kusumo alias Gaza alias Fahri, dalam kereta api Kahuripan Jurusan Banjar - Kediri pada 2 Maret 2016 lalu. Densus 88 berhasil menyita barang bukti berupa tiga pucuk senjata api jenis revolver beserta amunisinya.
 
Senjata api tersebut dibeli dari tersangka A seharga Rp 15 juta. Transaksi dilakukan tersangka Pujianto dan Gaza yang datang ke OKUS atas perintah AF yang lebih dulu berangkat ke OKUS pada Februari 2016 lalu. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,