Buruh Jabar Minta UMK Dikaji Ulang

Buruh Jabar Minta UMK Dikaji Ulang

Buruh Jabar Minta UMK Dikaji Ulang. (Foto: Cikalnews/Ade)

Bandung- Aliansi Buruh Jabar meminta Pemerintah Provinsi Jabar mengkaji ulang kebutuhan hidup layak (KHL) sebelum ditetapkan UMK 2015 untuk disesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
 
"Kalau pun tidak dikaji ulang, saya berharap upah yang didapatkan itu betul-betul upah yang sudah disesuaikan dengan kenaikan BBM," kata Koordinator Aliansi Buruh Jabar Azhar Hariman disela-sela aksi buruh di Gedung Sate, Bandung, Kamis (20/11/2014).
 
Ia mengimbau, bagi Wali Kota dan Bupati yang sudah terlebih dahulu mengeluarkan rekomendasi UMK ke Gubernur untuk dilakukan perubahan disesuaikan dengan kenaikan BBM.
 
Ia berharap, kajian KHL harus ditambah item dari 60 menjadi 84 item dengan barang-barang yang berkualitas.
 
"Penambahan item survei KHL dari 60 harus menjadi 84 item dengan barang yang berkualitas," katanya.
 
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang berwenang menetapkan UMK, harap Azhar harus peduli terhadap kaum buruh dengan menaikan UMK 2015 sesuai tuntutan buruh naik sebesar 30 persen.
 
"Bagaimanapun UMK harus disesuaikan juga dengan kenaikan BBM, karena kebutuhan diberbagai sektor pasti naik, makanya kenaikan (UMK) artinya mutlak," katanya.
 
Selain menuntut kaji ulang KHL sebagai acuan penetapan UMK, Azhar berharap adanya upaya pemerintah memberantas mafia minyak dan gas (migas) agar harga kebutuhan bahan bakar tidak naik.
 
Menurut dia, jika mafia migas tidak dapat diberantas khawatir akan terus terjadi kenaikan BBM dan efeknya merugikan masyarakat kaum buruh.
 
"Pemerintah harus berani memerangi mafia migas, tujuannya untuk kita semua, karena naiknya BBM bisa jadi adanya mafia migas," kata Azhar. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,