Terungkap, Korban Mutilasi Itu Marketing Kota Mandiri Elite

Terungkap, Korban Mutilasi Itu Marketing Kota Mandiri Elite

Nindya alias SA (21, korban mutilasi yang diketemukan di pinggir Jalan Syech Quro Dusun Ciranggon III Desa Ciranggon Kecamatan Majalaya Karawang. (foto - ist)

Karawang - Terungkap,  misteri mayat tanpa kepala dan kaki yang ditemukan di Ciranggon Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang. Rabu (13/12/2017). Korban diketahui bernama Nindya alias SA (21), tinggal di Dusun Sukamulya, Kecamatan Telukjambe Timur.
 
Korban diduga dibunuh suaminya  MK (23), yang kemudian mayatnya dipotong-potong menjadi beberapa bagian serta membakarnya. Kematian Nindya tak lepas dari permasalahan rumah tangga yang menyelimuti kehidupan mereka. Keduanya kerap adu mulut dan bertengkar, yang seringkali didengar tetangga mereka.
 
Polisi mengungkap identitas korban mutilasi tepatnya ditemukan di pinggir Jalan Syech Quro Dusun Ciranggon III Desa Ciranggon Kecamatan Majalaya Karawang. Korban bernama Nindya, seorang ibu muda satu anak. Polisi pun langsung melakukan olah TKP di rumah kontrakan korban dan memasang garis polisi.
 
Para tetangga pun menyatakan, mereka mengetahui ada tato di tubuh bagian dada Nindya. "Orangnya bertato. Tato di dada pernah kelihatan sedikit. Waktu itu duduk di sini, kelihatan ada tato di kakinya. Sering pakai celana pendek," tutur warga.
 
Menurut Ketua RT setempat, Yuyu Yuningsih korban bersama suaminya sudah lima bulan mengontrak sepetak rumah di sana. "Korban baru saja kerja di Cikarang. Katanya jadi marketing Meikarta," katanya. Di rumah kontrakan itu, Nindy hanya tinggal berdua bersama suaminya. Anaknya baru dua tahun dititipkan sama orangtuanya.
 
Tetangga lain menyatakan, mereka kerap mendengar pasangan muda itu bertengkar di kawasan Dusun Sukamulya Desa Pinayungan Kecamatan Telukjambe Timur. Setelah keributan itu, korban terakhir kali terlihat pada Minggu, pekan lalu 3 Desember. 
 
"Saya juga heran, akhir - akhir ini kok suaminya sendirian terus. Istrinya nggak kelihatan," ungkap Waljinah, salah seorang tetangga. Saat polisi mendatangi rumah Nindy, tetangga mengaku tak habis pikir MK sampai tega membunuh istrinya sendiri.
 
Kepala kepolisian Resor Karawang Hendy F. Kurniawan saat mengunjungi Mapolsek Telukjambe Timur menyatakan, potongan tubuh korban dibuang di semak belukar di Dusun Ciranggon. Sedangkan potongan kepala dan kaki korban dibuang di lereng Gunung Sanggabuana, tidak jauh dari lokasi Curug Cigentis Kecamatan Tegalwaru Karawang.
 
Berdasarkan keterangan tersangka pelaku, korban dihabisi karena sering meminta barang mewah. Terakhir, korban minta dibelikan mobil sambil mengancam jika permintaannya tidak dipenuhi, korban akan menggugat cerai. 
 
Mendengar permintaan itu, pelaku kesal hingga akhirnya membunuh korban. Untuk menghilangkan jejak aksi jahatnya, pelaku memotong kepala dan kedua kaki korban, yang kemudian dibuang di dua tempat terpisah. "Mungkin karena masih ada rasa takut ketahuan, pelaku membakar bagian tubuh korban," sebut Hendy.
 
Kasus itu sendiri terungkap karena polisi curiga atas kedatangan pelaku MK ke Mapolres untuk melaporkan kehilangan istrinya. Saat itu, pelaku mengaku ciri-ciri korban sama dengan yang diumumkan Polres Karawang. "Pengakuan pelaku kami dalami. Kami mencurigai keterangan pelaku karena tidak sesuai dengan fakta yang ada," katanya.
 
Setelah didesak, pelaku akhirnya mengakui telah membunuh istrinya. Motifnya karena kesal oleh ulah korban yang selalu menuntut materi, sedangkan pelaku tidak mampu secara ekonomi. Setelah pelaku mengakui perbuatannya, tim Satreskrim Polres Karawang bergerak cepat mencari potongan tubuh korban.
 
Atas pengakuan pelaku, potongan kepala dan kaki korban akhirnya diketemukan di hutan Gunung Sanggabuana. Kepala korban ditemukan dalam keadaan terbungkus plastik warna hitam. Demikian juga dengan potongan kaki korban ditemukan tidak jauh dari kepala korban. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,