Tasik, Pangandaran dan Ciamis Terdampak Gempa Terparah

Tasik, Pangandaran dan Ciamis Terdampak Gempa Terparah

Kerusakan rumah warga pasca-gempa Tasikmalaya 6,9 SR. (foto - ant)

Bandung - Gempa 6,9 pada skala Richter (SR) yang mengguncang selatan Jawa menewaskan dua orang dan merusak ratusan bangunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis sebagai wilayah yang terkena dampak gempa paling parah.

"Pusat gempa berada di 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, sehingga daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak yakni di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis Jawa Barat," sebut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (16/12/2017).

Daerah yang terkena dampak gempa, yakni Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara. Dampak gempa di wilayah Jabar secara keseluruhan mencakup 1 orang tewas, 6 orang terluka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang dan 10 rumah rusak ringan.

Kepala BNPB Ciamis, Dicky Erwin menambahkan, dampak gempa di daerahnya ada di 30 titik di 8 kecamatan. Puluhan rumah yang mengalami kerusakan berat dan sedang. Sedangkan di Jawa Tengah, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan 6 rumah rusak sedang.

Beberapa rumah sakit juga rusak sehingga pasien harus dievakuasi. Salah satunya RSUD Banyumas yang mengalami plafon ambrol, tembok retak dan instalasi pipa gas oksigen bocor. "Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas, dan sebagian dilayani di PKU Gombong," katanya.

Sutopo menjelaskan, situasi kini sudah berangsur normal dan masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, BNPB tetap mengingatkan warga agar selalu siaga, karena gempa bumi dapat terjadi setiap saat di sejumlah daerah yang rawan. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,