Gempa Tasik Dipicu Pertemuan Lempeng Indo-Australia-Eurasia

Gempa Tasik Dipicu Pertemuan Lempeng Indo-Australia-Eurasia

Kanopi Bank Jateng di Kecamatan Karangkobar Banjarnegara ambrol akibat gempa 6,9 SR. (foto - Sutopo_BNPB)

Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa 7,3 SR pada Jumat 15 Desember pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi, yang terbentuk akibat tumbukan Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia didaerah selatan Jawa.

"Berdasarkan posisi dan kedalamannya, kejadian gempa itu disebabkan aktivitas zona subduksi, yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di selatan Jawa," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi dalam keterangannya, Sabtu (16/12/2017).

Dari rekaman sejumlah stasiun tide gauge yang dekat dengan pusat gempa menyatakan, tidak terekam adanya kenaikan air laut. Untuk itu, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 02.26 WIB. 

Sedangkan dari hasil monitoring BMKG hingga pukul 02.14 WIB telah terjadi tiga kali gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,2, 3,4 dan 3,2.

Hasil analisis tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa berpotensi dirasakan sekitar Tasikmalaya juga dirasakan cukup keras di Bandung, Kebumen, Karangkates, Yogyakarta, Jakarta, Depok, Ngawi, Madiun,Nganjuk, Mataram. 

"Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD serta informasi BMKG. Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,