Waspadai, 80 Persen Obat Dijual Murah di Internet Palsu

Waspadai, 80 Persen Obat Dijual Murah di Internet Palsu

Penandatanganan nota kesepahaman dan sosialisasi pengawasan iklan dan publikasi bidang esehatan di Jakarta Selasa 19 Desember 2017. (foto - ist)

Jakarta - Kementerian Kesehatan mengklaim, sekitar 80 persen obat yang dijual di internet dengan ahrga lebih murah dibandingkan dengan harga di apotek adalah palsu.
 
"Berdasarkan penyidikan, 80 persen obat-obatan tersebut palsu," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo di Jakarta, Selasa (19/12/2017).
 
Menurutnya, penyidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri tersebut mengungkapkan sebagian besar obat-obatan palsu yang dijual lebih murah itu, yakni sejenis obat kuat untuk pria. Kepada masyarakat diimbau agar tidak tergiur dengan harga obat yang jauh lebih murah dibandingkan harga di apotek, karena dapat dicurigai obat itu palsu.

"Kalau lebih murah sudah tidak mungkin ya, harga obat sudah jelas. Yang paling murah sudah ada di e-katalog, kalau ada yang lebih murah dari e-katalog, itu pasti nggak benar," tegas Untung.

Ia menyarankan, kepada masyarakat agar hanya membeli obat di tempat yang resmi yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang profesional. Masyarakat jangan tergiur dan mencoba produk obat yang disebutkan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

"Satu obat tapi bisa menyembuhkan banyak penyakit, penyakitnya susah-susah lagi, ada kanker, jantung itu pastinya hoax. Tak mungkin ada satu obat bisa mengobati semua, hal itu semua agar dipahami oleh masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, proses produksi obat didasarkan dari bukti-bukti klinis yang juga sudah diuji-coba sebelumnya. Proses penemuan obat memakan waktu yang lama hingga bisa benar-benar aman untuk dikonsumsi. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,