Nusa Dua Light Festival Meriahkan Suasana Tahun Baru Bali

Nusa Dua Light Festival Meriahkan Suasana Tahun Baru Bali

Nusa Dua Light Festival dalam rangka menyambut liburan Natal dan tahun Baru di Nusa Dua Bali, 8 Desember 2017 hingga 14 januari 2018. (foto - ITDC)

Badung - Indonesia Tourism Development Corporation  (ITDC)  kembali  menyelenggarakan "Nusa Dua Light Festival" dalam rangka menyambut liburan Natal dan tahun Baru yang berlangsung di Nusa Dua Bali.
 
Berdasarkan keterangan dari PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) menyebutkan, festival Nusa Dua Light Festival tersebut diselenggarakan sejak tanggal 8 Desember 2017 hingga 14 Januari 2018.
 
Kemeriahaan festival itu dipusatkan di kawasan Pulau Peninsula Nusa Dua. Pembukaan festival telah dilakukan oleh Direktur Strategi Korporasi dan Keuangan ITDC, Jatmiko K Santosa yang dihadiri unsur pemerintah daerah dan stakeholder setempat.
Pembukaan festival juga dimeriahkan oleh Lolot Band, Dejavu Band, Kesenian Tari oleh Sanggar Seni Sunari Karya dan Sabha Yowana. Dalam festival yang diselenggarakan dengan bekerjasama dengan PT Cikal Bintang Bangsa dan bertemakan 'The Jungle' itu, Pulau Peninsula disulap menjadi area yang dipenuhi dengan beragam bentuk lampion berwarna-warni.

Para pengunjung dapat menikmati keindahan lampion yang dibuat menyerupai hutan serta beragam jenis binatang seperti komodo, dinosaurus dan lain sebagainya. Selain itu, wisatawan akan dihibur dengan bermacam hiburan, seperti pentas kesenian daerah, musik dan kuliner.

Tak hanya itu, bagi wisatawan yang menyukai tantangan ada balon udara berkapasitas enam orang, yang dapat diterbangkan mencapai ketinggian 25 meter. Wahana lainnya seperti trampolin, rumah balon, kereta mini dan helikopter mini dapat dinikmati oleh kalangan anak-anak.

"Lewat berbagai macam atraksi dan wahana tersebut, Nusa Dua Light Festival 'The Jungle' akan menjadi tujuan wisata hiburan yang sangat cocok bagi keluarga di penghujung tahun 2017 dan awal Tahun Baru 2018," kata Jatmiko.

Festival Nusa Dua Light Festival itu bertujuan untuk menggaet turis dan menunjukkan, kawasan Nusa Dua tetap aman sebagai destinasi wisata di Bali. "Kami ingin menyampaikan, semua destinasi di Bali selain wilayah merah (berbahaya) masih tetap aman dan beroperasi seperti biasa. Bali selalu siap menerima kunjungan wisatawan di akhir tahun," tegas Jatmiko.

"Dalam hal erupsi berdampak ke wisatawan yang menginap di The Nusa Dua, kami sudah siap menjalankan kebijakan pemerintah terkait standar mitigasi. Sehingga keamanan dan kenyamanan para wisatawan dapat terjaga," ungkapnya.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), telah merilis radius perkiraan bahaya letusan Gunung Agung sejauh 8 km ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya sejauh 10 km dari Gunung Agung.

Sementara jarak Nusa Dua dengan Gunung Agung cukup jauh mencapai 40 km, sehingga masih berada di radius aman. "Wisatawan tak perlu khawatir untuk menghadiri Nusa Dua Light Festival karena berada di zona aman. Kami optimistis target pengunjung dapat tercapai," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Wisata,
Tags:,