Korupsi e-KTP, Andi Narogong Diganjar 8 Tahun Penjara

Korupsi e-KTP, Andi Narogong Diganjar 8 Tahun Penjara

Andi Narogong diganjar 8 tahun penjara setelah hakim menyatakan bersalah korupsi e-KTP. (foto - ist)

Jakarta - Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diganjar 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Andi Narogong terbukti terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP.

"Menyatakan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Hakim Ketua Jhon Halasan, saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Jalan Bungur Besar Raya Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan," sebut hakim.

Menurut hakim, Andi Narogong bersama pihak lain mengarahkan perusahaan tertentu dalam hal ini Konsorsium PNRI, sebagai pemenang lelang proyek e-KTP. Tiga konsorsium yang diminta Andi menang lelang dalam proyek itu, yakni PNRI, Astragraphia dan Murakabi Sejahtera.

"Andi memiliki kenalan dengan para pejabat, seperti Setya Novanto, Diah Anggraeni dan Irman, yang mempunyai kedekatan menaruh wewenang untuk memenangkan anggaran di DPR. Terdakwa melakukan intervensi PNRI, Murakabi dan Astragraphia untuk memenangkan konsorsium," katanya.

Disebutkan, Andi Narogong memperkaya diri dan orang lain. Perbuatan Andi telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2.314.904.234.275,39. "Demikian adanya unsur terdakwa memperkaya diri sendiri dan orang lain serta korporasi," kata.

Hakim menyebutkan, Andi Narogong mempunyai hubungan dengan Setya Novanto untuk membahas anggaran proyek e-KTP di DPR. Andi pun pernah bertemu dengan Novanto di Hotel Gran Melia Jakarta Pusat.

Andi Narogong melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,