BIJB Kertajati Optimistis Sesuai Target Beroperasi Juni 2018

BIJB Kertajati Optimistis Sesuai Target Beroperasi Juni 2018

Progres pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) cpai 80 persen. (foto - BIJB)

Bandung - Pembangunan Bandar Udara (Bandara) Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Kabupaten Majalengka, sudah mencapai 80 persen. Capaian untuk sisi darat tersebut, tercatat per Minggu 17 Desember 2017.
 
Kepala Bidang Humas dan Umum Unit Manajemen Proyek PT BIJB, Rizkita Tjahjono Widodo mengatakan pembangunan untuk sisi darat di mana PT BIJB menjadi pelaksana pembangunan, dibagi ke dalam tiga pekat pengerjaan.
 
Paket pertama yang digarap PT Adhi Karya (Persero) Tbk, meliputi pekerjaan infrastruktur berupa ramp simpang susun, jalan, drainase dan lansekap sudah rampung 100 persen. "Paket satu untuk lingkup pekerjaan infrastruktur itu sudah mencapai 100 persen," sebut Dodo, Kamis (21/12/2017).
 
Untuk paket dua, meliputi pembangunan utama yakni terminal penumpang sudah hampir dicapai tiga perempatnya, atau sekitar 73,2 persen. Paket dua dengan penyedia jasa dari KSO PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan (PP) Properti, masih fokus merampungkan atap yang menyerupai ekor merak.
 
Atap itu yang nantinya akan menjadi ikon bandara pemilik three letter code 'KJT' dari Internasional Air Transport Association (IATA). "Paket dua ini kita bicara soal terminal, interior, pekerjaan fasad dan atap boarding lounge, yang awal Februari semua rangka atap akan menutupi seluruh terminal," katanya. Pemasangan atap ini membentang 96 meter dengan menggunakan baja seamles.
 
Sedangkan untuk paket tiga, meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan PT Waskita Karya sudah mendekati sempurna, yakni 92 persen. PT Waskita diberi tanggung jawab untuk mengerjakan sarana penunjang operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, sub-station dan perangkat keamanan kebakaran bandara.
 
Untuk kesiapan runway yang nantinya akan dibentangkan sampai 3.500 meter x 60 meter oleh Kementerian Perhubungan, progresnya sudah lebih dari pada 90 persen. Dengan panjang runway itu mempertegas, kehadiran BIJB yang diproyeksikan menjadi bandara haji di 2018 bisa didarati pesawat berbadan lebar.
 
Begitu juga dengan fisik pembangunan tower sebagai fasilitas navigasi penerbangan yang dioperasikan Airnav sudah hampir rampung. Tower dengan ornamen kujang tersebut saat ini masuk ke dalam proses finishing.
 
Melihat pembangunan fisik secara keseluruhan yang sudah dicapai hingga akhir 2017, ia meyakini seluruh pengerjaan baik dari sisi darat dan udara bisa rampung sesuai target awal 2018. Sehingga target BIJB beroperasi pada pertengahan 2018 bahkan menjadi embarkasi haji optimis terlaksana.
 
"Target sesuai dengan apa yang disampaikan direksi, soft launching bisa dilakukan pada April dan grand launching dilaksanakan pada Juni 2018," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,