Kepolisian Malaysia Tangkap 20 Teroris, 5 di Antaranya WNI

Kepolisian Malaysia Tangkap 20 Teroris, 5 di Antaranya WNI

Malaysia tangkap 20 terduga teroris, loma orang di antaranya warga Indonesia. (foto - Malaysia Police)

Kuala Lumpur - Sedikitnya 20 orang yang diduga teroris ditangkap kepolisian Malaysia. Ke-20 tersangka teroris itu ditangkap di empat negara bagian berbeda, dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir. Tak hanya berasal dari Negeri Jiran, beberapa tersangka lainnya berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dilansir The Star, Sabtu (23/12/2017) para tersangka terdiri atas 7 orang warga Malaysia, 5 warga Indonesia, 7 warga Filipina dan seorang lainnya berasal dari Afrika Utara. Para tersangka berhasil ditangkap oleh Divisi Terorisme Cabang Aman Bukit Aman, dibantu oleh Komando Keamanan Sabah Timur (Esscom).

Penangkapan para tersangka dilakukan antara 30 November dan 15 Desember di Kuala Lumpur, Sabah, Johor dan Selangor. Menurut Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamad Fuzi Harun, seorang tersangka asal Indonesia diketahui sebagai pemimpin senior kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah. Pria berusia 24 tahun itu ditangkap di Pontian pada 30 November.

Sementara itu, seorang tersangka lainnya merupakan seorang mantan guru berusia 46 tahun. Ia ditangkap polisi di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 1 Desember. "Ia dicurigai terlibat dalam sebuah rencana teror Better Beer Festival," sebut Harun.

Mantan guru yang berasal dari Kuching itu juga berencana berangkat ke Filipina selatan, untuk bergabung dengan kelompok teroris di sana. Mereka memasuki Sabah secara ilegal dari Tarakan dan Nunukan, Indonesia dalam perjalanan ke Filipina selatan.

Para tersangka yang ditangkap diduga tengah berencana untuk berangkat ke Suriah. "Kami yakin mereka telah mengumpulkan sejumlah dana sebelum berencana berangkat ke Suriah," katanya.

Enam warga Malaysia dan lima warga Filipina ditangkap pada 10 Desember di Sandakan, karena terlibat dalam kelompok teror di Filipina selatan. Penangkapan terakhir terjadi pada 15 Desember di Bandara Internasional Kuala Lumpur, yakni menahan warga Afrika Utara. Tersangka asal Afrika itu diketahui berusia 31 tahun.

"Ia ditangkap karena terlibat dengan ISIS. Sebelumnya, ia juga telah sempat ditangkap oleh Pemerintah Turki dan memasuki Malaysia awal Desember ini," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,