19 Anggota Geng 'Jepang' yang Dilepas Dijemput Orangtua

19 Anggota Geng 'Jepang' yang Dilepas Dijemput Orangtua

Sebanyak 19 anggota Geng 'Jepang' dilepaskan di gedung Reskrim Polresta Depok. (foto - ist)

Depok - Sebanyak 19 anggota geng Motor Jembatan Mampang (Jepang) dibebaskan, dari 26 orang yang ditangkap pascaperampokan bersenjata tajam di toko pakaian Fernando Jalan Sentosa Raya Mekarjaya Sukmajaya Kota Depok, Minggu dinihari. Ke-19 remaja dan pemuda itu pun dijemput para orangtua mereka di gedung Reskrim Polresta Depok, Selasa (26/12/2017).
 
Dibebaskannya ke-19 remaja itu tidak terlibat langsung melakukan perampokan. Mareka sekadar ikut-ikutan dalam aksi tesebut. Mereka ikut terjaring akrena sedang berada di lokasi ketika polisi menangkap anggota geng 'Jepang' di sebuah bengkel di Jalan Pramuka Raya Mampang Pancoranmas dan di rumah kontrakan di Jalan Pitara Pancoranmas Kota Depok, pada Senin.
 
Menurut  Kasat Rerkrim Polresta Depok Kompol Putu Khalis Aryana, geng 'Jepang' itu sudah pernah ditangkap Unit Penjaga Gangguan dan Antikekerasan (Jaguar) Reskrim pada awal tahun 2017 ini. Ketika itu gerombolan ini kena razia senjata tajam oleh Jaguar.
 
Lagi-lagi, karena tidak tertangkap tangan melakukan kejahatan dan mayoritas anggota geng Jepang masih di bawah umur, mareka hanya dinasihati dan dikembalikan kepada keluarga. Geng itu tercatat kerap melakukan teror kepada warga pelintas jalan, pelajar, dan pedagang kecil. "Mereka, pernah kena razia Jaguar di awal tahun ini. Kini tertangkap lagi ketika melakukan aksi pencurian dengan pemberatan," katanya.
 
Polresta Depok sudah menetapakan delapan tersangka dalam kasus tersebut. Ada penambahan seorang tersangka lelaki yaitu DSR (17), dari tujuh tersangka sebelumnya, lelaki dan perempuan, remaja dan pemuda yaitu lelaki AP (20), AG (16), FR (17), AB (17). Perempuan, BA (17), EA (17), YA (17).
 
Perempuan itu punya peran sentra dalam gerombolan teror tersebut, selain aktif dalam aksi teror mereka sebagai daya penarik perekrutan anggota baru geng melalui media sosial internet. Ironisnya, di kalangan geng itu berlaku praktik aksi teror jalanan kekerasan, seks bebas dan penyalahgunaan narkoba. Di setiap berkumpul, berkonvoi sepeda motor ada di antara mareka bekali diri dengan senjata tajam. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,