Gerpis Strategis Wadah Lahirnya Kader Pemimpin Orang Sunda

Gerpis Strategis Wadah Lahirnya Kader Pemimpin Orang Sunda

Deklarasi Gerakan Pilihan Sunda (Gerpis) di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat Jalan Dipatiukur, Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung- Gerakan Pilihan Sunda (Gerpis) berperan strategis yang menjadi wadah lahirnya para kader pemimpin dari orang Sunda, yang berkiprah baik di tingkat daerah maupun nasional. Peresmian Gerpis dideklarasikan di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monpera) Jalan Dipatiukur Kota Bandung, Rabu (27/12/2017).
 
Andri Perkasa Kantaprawira sebagai inisiator lahirnya Gerpis menyatakan, Gerpis merupakan perhimpunan perjuangan orang Sunda yang pernah ada sejak 1955, untuk memperjuangkan representasi politik orang Sunda.
 
Pemimpin dari orang Sunda di tingkat nasional, katanya harus diperjuangkan. Sebab siapa lagi yang akan mencintai negeri dan lemah cai (daerah) kalau bukan orang yang punya ikatan genetika dengan lemah cainya sendiri. "Gerpis bukan hanya perjuangan. Ini adalah tempat kader-kader terbaik putra-putri Padjadjaran," katanya.
 
Terkait dengan Pilkada serentak 2018, menurut Andri, Gerpis mengajukan dua strategi untuk mengetahui sosok yang pantas menjadi pemimpin. Pertama adalah karakter, pemimpin ke depan harus berasal dari Sunda.
 
"Karakter apa yang diperlukan pimpinan Sunda di Pilgub? Kita ingin pemimpin yang lahir di Pilgub 2018 adalah Masagi. Motekar, Rancage dan Hideng. Hideng yang paling susah karena alat kontrol dia mandiri dan bukan pemimpin boneka," katanya.
 
Kata Masagi itu sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti seimbang, ajeg, kokoh menuju kesempurnaan. Untuk menghasilkan kader yang layak jadi pemimpin, Gerpis berencana melakukan politik edukasi. "Sebagai organisasi perhimpunan perjuangan sudah waktunya kita menghilangkan semua traumatik kultur, orang Sunda itu penakut dan elehan," tegas Andri.
 
Menanggapi beberapa Calon Gubernur Jabar yang sudah mulai ramai disorot publik, Gerpis akan melakukan semacam uji kandidat mengenai kondisi di Jawa Barat. Ada tiga bahasan yang penting diketahui publik, pertama di Jabar tengah mengenai Reklamasi, Meikarta, Walini, Sumarecon, Citarum, Kereta Api Cepat. Kedua di Jabar Utara sebagai zona industrialisasi. Sedangkan Jabar selatan sebagai zona konservasi pertanian dan perkebunan.
 
"Itu yang akan kita tanyakan, bagaimana mereka akan menjelaskan kepada publik. Kita akan keliling semua calon diundang, tiga tema itu akan kita tanyakan. Lalu kita akan memberikan politikal edukasi dan informasi yang sama," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,