Gara-gara Soal Bedak Pelaku Nekat Gorok Leher Temannya

Gara-gara Soal Bedak Pelaku Nekat Gorok Leher Temannya

Fenna Selinda Rismawati (16). (foto - Facebook)

Malang - Publik  dihebohkan  adanya pembunuhan di hutan milik  Perhutani petak 111-C kawasan  wisata Pantai  Ngliyep Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Betapa tidak, karena soal sepele seputar jual - beli bedak, NFM (18) nekat menganiaya Fenna Selinda Rismawati (16) yang notabene sebagai temannya.
 
Akibat pengeniayaan hingga menghilangkan nyawa korban, NFM pun telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar. Hukuman tersebut sesuai dengan yang tercantum pada Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak, yang diterapkan polisi kepada NFM.
 
NFM ditangkap beberapa jam setelah tubuh korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di sekujur tubuhnya. Di bagian leher korban pun penuh dengan luka sayatan, hingga nyawa korban akhirnya tak tertolong.
 
Berdasarkan keterangan Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu, korban mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Ia meninggal dunia akibat luka serius di bagian lehernya, yang disabet dua kali oleh NFM dengan menggunakan pisau.
 
"Pisau tersebut berada di jok motor pelaku. Ia mengaku pisau itu milik sang kakek. Ini yang masih kami dalami, apakah memang seperti itu," kata Azi. Menurut informasi dari ayah korban, cekcok antara korban dan NFM bermula karena bedak yang dipesan korban tak kunjung datang. Padahal, korban telah memberikan uang Rp 110 ribu pada NFM.
 
Namun demikian, NFM memberikan pengakuan yang berbeda ketika diperiksa polisi. Korban marah kepada pelaku. Bilangnya produknya jelek, kedaluwarsa dan sebagainya. Terus yang ngajak ke TKP itu juga korban. Pelaku mengaku ditodong pisau duluan oleh korban.
 
"Pelaku menangkis hingga pisau terlempar dan korban juga sempat melempar pelaku memakai batu," katanya. Menurut Azi, polisi hanya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pembunuhan itu. "Berdasarkan keterangan pelaku dan yang kami kumpulkan dari saksi, korban hanya pergi berdua dengan pelaku, naik motor pelaku," katanya.
 
NFM pun telah ditahan di Polres Malang, sejak Sabtu 30 Desember 2017 malam sekitar pukul 23.00 WIB. Sementara jenazah korban sudah dibawa ke pihak keluarga di Desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.
 
Sejauh ini, barang bukti yang disita polisi, yakni sepeda motor Honda Beat berwarna hitam dengan nomor polisi N 6823 IW, uang sebesar Rp 114 ribu, sebuah ponsel, sebuah jas hujan, BH, termos, helm serta obat dan kapas. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,