Video Mesum Bocah - Dewasa Libatkan Jaringan Internasional

Video Mesum Bocah - Dewasa Libatkan Jaringan Internasional

Para pelaku video mesum yang melibatkan anak di bawah umur. (foto - ist)

Bandung - Kasus video mesum yang melibatkan anak di bawah umur menjadi pemeran adegan seks dengan wanita dewasa, akan didalami lebih lanjut Polda Jabar bekerjasama dengan Bareskrim Polri.
 
Pasalnya, ada indikasi jaringan internasional di dalamnya. Seperti pengakuan pelaku F, yang diminta seseorang berinisial R warga asal Rusia untuk membuat video tersebut.
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku F pertama kenal dengan R dari sebuah grup komunitas di media jejaring Facebook. Komunikasi pun berlanjut lewat aplikasi chatting Telegram. Dari situ F mulai memproduksi video mesum yang melibatkan seorang bocah.
 
"Dimulai dari pertemanan di Facebook, di satu komunitas F mengirim foto seorang wanita yang memakai bikini berpose dengan seorang anak kecil. Lalu R menyebut bagus foto itu dan menawarkan F untuk membuat video riil dan dibayar dengan sejumlah uang," sebut Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat menggelar ekspose di Mapolda Jabar Bandung, Senin (8/1/2018).
 
Menurut Agung, pelaku F sudah tiga kali membuat video serupa. Dua video yang ramai di media sosial itu masing-masing diproduksi antara April - Mei dan Agustus. Dari ketiga video yang dibuat, F menerima imbalan total Rp 31 juta.
 
"Sudah 3 kali buat video, yang pertama tidak sempat tersebar videonya, hanya foto untuk siapa yang akhir tahun 2017 kemarin mengunggah di medsos, masih dicari siapanya," katanya.
 
Ada dugaan pelaku lainnya, yaitu berinisial M yang diakui pelaku F berasal dari Kanada. Namun polisi belum bisa memastikan karena akan menyelidiki terlebih dahulu. "Dari hasil pemeriksaan, tersangka masuk grup FB Rusia, dan ada inisial lain M dari Kanada. Namun itu semua sudah dihapus semua dari HP, makanya kita akan kerja sama dengan Bareskrim Polri," tegas Agung.
 
Diimbau, masyarakat tidak ikut menyebarluaskan video mesum itu, karena siapa pun yang ikut membagikan video bisa dikenai unsur pidana. "Saya imbau masyarakat yang sudah download (video) jangan disebarluaskan karena bisa terkena unsur pidana," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,