Manipulasi Data Medis, Fredrich & dr. Bimanesh Tersangka

Manipulasi Data Medis, Fredrich & dr. Bimanesh Tersangka

Fredrich Yunadi dan dr. Bimanesh Sutarjo ditetapkan terangka diduga memanipulasi data rekam medis Setya Novanto. )foto - ist)

Jakarta - Fredrich Yunadi dan dr. Bimanesh Sutarjo diduga memanipulasi data rekam medis tersangka Setya Novanto. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat keduanya dengan pasal obstruction of justice.

"FY dan BST diduga telah bekerja sama untuk memasukkan tersangka SN ke salah satu RS untuk dilakukan rawat inap, dengan data medis yang sudah dimanipulasi," sebut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).

Keduanya melakukan itu diduga untuk menghindari panggilan penyidik KPK. Saat itu Setnov memang berulang kali tak memenuhi panggilan penyidik KPK. "Untuk menghindari panggilan penyidik KPK," kata Basaria.

Atas perbuatannya, keduanya disangkakan melanggar Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Pasal 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Berkaitan dengan kasus tersebut, KPK juga telah mencegah Fredrich ke luar negeri. Selain itu, ada tiga orang lainnya yang juga dicegah. Yakni wartawan Hilman Mattauch, ajudan Setya Novanto, Reza Pahlevi serta Achmad Rudyansyah.

Disebutkan, KPK mengantongi alat bukti cukup untuk menetapkan pengacara Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka. Fredrich dan Bimanesh menjadi tersangka karena merintangi penanganan kasus Setya Novanto.

"Mengenai kriminalisasi, saya pikir nggak ada kriminalisasi. Jangan salah gunakan (kata) kriminalisasi, ini menghadapkan yang bukan kriminal jadi kriminal," kata Basaria. Padahal, kasus Fredrich-Bimanesh sudah memenuhi unsur pidana, karena diduga memanipulasi data rekam medis Setnov.

"Jadi, ini jelas ada pasalnya. Permasalahannya unsur dipenuhi, dua alat bukti ditemukan penyidik, ini penting dilakukan ekspose. Kalau dua bukti ada, unsur delik terpenuhi silakan lanjut," tegas Basaria.

Fredrich dan dokter Bimanesh dijerat pasal 21 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1. Keduanya disangka merintangi penyidikan terkait manipulasi data saat Setnov di RS Medika Permata Hijau, karena mobil yang ditumpangi kecelakaan.

Penyebutan kriminalisasi mulanya disampaikan oleh  Ketua Tim Hukum DPN Peradi Sapriyanto Refa. Menurutnya, seorang pengacara tidak dapat dituntut secara pidana atau perdata. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,