Salju 40 cm Selimuti Gurun Sahara Kali ke-3 dalam 40 Tahun

Salju 40 cm Selimuti Gurun Sahara Kali ke-3 dalam 40 Tahun

Gurun Sahara diselimuti salju hingga ketebalan 16 inci atau sekitar 40 cm. (foto - boredpanda.com)

Ain Sefra - Gurun Sahara dilaporkan diselimuti salju hingga ketebalan 16 inci (40 cm), menyusul sebuah anomali musim dingin terjadi di kawasan itu. Hal itu merupakan kali ketiga dalam 37 tahun terakhir, wilayah Kota Ain Sefra di Aljazair mengalami hujan salju di atas pasir gurun.

Seperti dilansir laman Daily Mail, anomali salju itu muncul tiba-tiba pada Minggu pagi. Suhu gurun yang lebih dingin pada Januari membuat salju mengendap cukup tebal di gundukan pasir. Sementara di pusat kota, salju tampak terlihat hanya setinggi 1 hingga 2 inci, dan seketika mencair kurang dari 24 jam.

Berdasarkan pengakuan salah seorang fotografer profesional yang tengah berada di lokasi Karim Bouchetata, dirinya terkejut melihat fenomena salju tersebut dan mengabadikan melalui lensa kameranya. "Kami di sini sangat terkejut melihat salju di pagi hari, dan itu bertahan hingga sepanjang hari hingga mulai meleleh pada pukul lima sore," katanya.

Pada 2016, kota berjuluk "Gerbang Gurun" itu pun mengalami anomali salju beberapa waktu setelah malam Natal. Kejadian itu menimbulkan suasana kacau di perkotaan. Beberapa kendaraan yang melintas di jalanan kota tergelincir karena jalan berubah licin saat salju mencair.

Setelah satu bulan, salju kembali turun di kota itu dan anak-anak setempat berebutan membuat boneka salju, bahkan berseluncur di atas gurun yang tertutup salju. Jauh sebelumnya, salju juga pernah turun di lokasi serupa pada 18 Februari, 1979, tapi hanya bertahan kurang dari satu jam.

Menurut otoritas setempat, anomali salju itu merupakan buntut dari Badai Eleanor yang terjadi di kawasan Eropa Barat pada akhir pekan lalu. Embusan angin dingin terus bergerak ke arah timur laut melewati sebagian Gurun Sahara, dan kemungkinan akan melemah sebelum mencapai Laut Merah.

Kota Ain Sefra berlokasi pada ketinggian 3.280 meter di atas permukaan laut, dan dikelilingi oleh pegunungan Atlas. Namun, lokasinya yang berada di ketinggian bukan berarti membuat anomali salju dimaklumi, karena suhu terendah pada musim dingin hampir tidak pernah berada di bawah 10 derajat Celcius.

Luas Gurun Sahara mencakup sebagian besar kawasan Afrika Utara, serta telah mengalami penurunan suhu dan kelembapan cukup signifikan dalam beberapa ratus ribu tahun terakhir ini. (Jr.)**

.

Categories:Unik,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait