Terkuak, Peredaran Mi Berformalin di Pasar Induk Caringin

Terkuak, Peredaran Mi Berformalin di Pasar Induk Caringin

Polda Jabar ungkap peredaran mi berformalin di Pasar Induk Caringin Bandung. (foto - ist)

Bandung - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar mengungkap peredaran makanan yang tidak sesuai kadar gizi, bahkan cenderung membahayakan masyarakat yaitu mi basah berformalin. Mi tersebut beredar di Pasar Induk Caringin Kota Bandung.

Dengan terungkapnya peredaran mi berformalin, polisi menetapkan tersangka MS, salah seorang penjual dan pembuat mi berformalin. Ia menjual mi basah untuk bahan baku makanan seperti mi ayam, baso dan makanan campuran mi lainnya.

"Tersangka MS mencampur formalin dengan mi basah yang memang dijual seperti biasa. Alasannya karena mi berformalin lebih tahan lama dibandingkan dengan mi biasa," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, didampingi Dirkrimsus Polda Jabar kombes Pol Samudi kepada wartawan di Kantor Bappeda Jabar Jalan Dago Kota Bandung, Kamis (11/1/2018).

Menurut Agung, penangkapam terhadap MS berawal dari penangkapan supir mobil pikap yang dicurigai membawa bahan makanan. "Awalnya tim Reskrimsus menangkap sopir berinisial RR di jalan Soekarno-Hatta. Dari penangkapan itu ditelusuri ke salah satu rumah dan gudang milik MS. Di kediaman MS ditemukan mi formalin. MS menjualnya di Pasar Caringin, namun untuk produksinya di Kabupaten Cianjur," katanya.

Pelaku diduga telah beroperasi lama dalam menjalankan kegiatannya. "Pengakuannya baru 10 bulan melakukan kegiatannya mencampur mi basah dengan formalin. Caranya dengan menambahkan formalin melalui tutup akua. Yakni tiga kg mi basah dicampur dengan satu tutup botol akua," tegas Agung.

Dari penggeledahan di kediaman MS di Desa Padajaya Kecamatan Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur, disita satu ton mi berformalin siap edar. "Dari usaha ilegal tersebut, MS mendapatkan keuntungan rata-rata lebih Rp 500.000 untuk setiap kali penjualan," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,