KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi Setelah Jadi Tersangka

KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi Setelah Jadi Tersangka

Lebih 10 penyidik KPK geledah kantor pengacara Fredrich Yunadi. (foto - ist)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor pengacara Fredrich Yunadi, terkait kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan dalam kasus e-KTP.

Penggeledahan dikabarkan dilakukan di kantor Fredrich yang berlokasi di kawasan Gandaria Jakarta Selatan. "Lebih 10 penyidik KPK menggeruduk kantor pengacara itu, terkait penyidikan terhadap FY sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (11/1/2018).

Penggeledahan pun dilaporkan masih berlangsung hingga sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, KPK menyatakan adanya dugaan persekongkolan antara Fredrich dengan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Dalam kasus itu, Fredrich dan Bimanesh sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus tersebut bermula saat Setya Novanto berkali-kali mangkir dari panggilan KPK, baik sebagai saksi maupun tersangka. Pada 15 November 2017 malam, tim KPK mendatangi rumah Setya Novanto di Jalan Wijaya Kebayoran Baru, untuk melakukan penangkapan. Namun, tim tidak menemukan Setnov.

Sementara pada 16 November 2017, KPK memasukkan Setnov dalam daftar pencarian orang (DPO). Setnov kemudian muncul dalam wawancara lewat telepon di sebuah televisi swasta dan mengaku akan datang ke KPK.

Tak berselang lama, Setnov mengalami kecelakaan dan dibawa ke Rumah sakit Medika Permata Hijau. Menurut KPK, Setnov langsung masuk ke ruang rawat inap kelas VIP dan bukan ke unit gawat darurat.

Sebelum kecelakaan, Yunadi diduga sudah datang lebih dulu untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Salah satu dokter di RS mengaku, pihaknya ditelepon seseorang yang diduga pengacara Setnov yang bermaksud menyewa satu lantai rumah sakit. Padahal, belum diketahui sakit yang dialami Setnov. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,