10 Jam, 4 Paslon Pilgub Jabar Jalani Pemeriksaan Kesehatan

10 Jam, 4 Paslon Pilgub Jabar Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Empat pasangan bakal cagub dan cawagub Jabar berfoto ria usai pemeriksaan kesehatan di RSHS Bandung. (foto - ist)

Bandung - Sekitar 10 lebih empat pasangan bakal cagub dan cawagub Jabar menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kamis (11/1/2018).

Keempat paslon tersebut keluar secara bersamaan dari ruang pemeriksaan, dan mereka turun melalui dua lift Paviliun Parahyangan. Tampak delapan orang tersebut berseragam mengenakan pakaian khusus pasien menyerupai kimono berwarna biru muda.

Sejumlah awak media yang telah menunggu proses pemeriksaan pun, langsung mereka hampiri. Raut wajah ona bahagia menyelimuti para calon pemimpin Jabar lima tahun ke depan. Mereka kemudian berbaris menghadap sorotan awak media.

Mereka pun tak segan berpose sesuai dengan permintaan awak media. Mulai dari bergandengan tangan, angkat tangan hingga berfoto bersama. Mereka melakukannya dengan penuh suasana canda dan tawa. Usai berswafoto, para calon melepaskan seragam pasien.

Irjen Anton Charliyan, cawagub Jabar pendamping TB Hasanuddin jadi figur pertama yang melepas seragam tersebut, lalu diikuti oleh calon lainnya. Di sisi lain terlihat tim pemeriksa kesehatan dari RSHS Bandung, Ikatan Dokter Indonesi (IDI), Himpunan Masyarakat Sikologi (Himsi) dan BNN Jabar.

Menurut Ketua Tim Pemeriksa yang juga Dirut Pelayanan Medik RSHS Bandung Nucky Nursjamsi, pemeriksaan kesehatan untuk hari ini berlangsung cukup berat. Pasalnya, serangkaian pemeriksaan harus dilalui oleh para calon dalam satu hari penuh. "Sejak dari jam 07.00 WIB sampia jam 17.30 WIB pemeriksaan berlangsung. Kita bersyukur, mereka dalam kondisi fisik dan mental yang tangguh," kata Nucky.

Menurut Nucky, hasil pemeriksaan kesehatan fisik, rohani dan bebas narkoba Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar nantinya akan diserahkan tim pemeriksa ke KPU, pada Selasa 16 januari 2018 mendatang. Pemeriksaan bapaslon gubernur tahun ini lebih lengkap dibandingkan dengan pilgub 2013.

"Oleh karena itu, kami mengerahkan sebanyak 14 dokter spesialis dan sub-spesialis yang secara keseluruhan berjumlah 27 dokter, 30 perawat, 45 psikolog, 10 ahli dari BNN dan 50 tenaga pendukung lainnya," katanya.

Sementara itu, Ketua IDI, Dr. Eka Mulyana menegaskan, tim pemeriksa membutuhkan waktu untuk menyimpulkan kondisi kesehatan bapaslon. "Kaputusannya akan ditetapkan dalam rapat pleno tanggal 15 dan diserahkan ke KPU Jabar tanggal 16 Januari," katanya.

Mengenai kriteria kesehatan yang bisa menggugurkan bapaslon menurut Eka, apa yang disebutkan dengan istilah ketidakmampuan bekerja atau disability. "Namun kriterianya banyak," tegasnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,