Dikaji, Cabut Izin RS Medika Permata Hijau Rawat Setnov

Dikaji, Cabut Izin RS Medika Permata Hijau Rawat Setnov

Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta. (foto - ist)

Jakarta - Izin rumah sakit yang merawat terdakwa korupsi e-KTP Setya Novanto saat mengalami kecelakaan terancam dicabut, apabila terbukti menghalang-halangi proses penyidikan perkara terkait.
 
"Itu merupakan ranah kriminal, jadi dibuktikan betul dia kriminal, kalau hukumannya dari kami cabut izin," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Jakarta, Jumat (12/1/2018).
 
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo beserta Frederich Yunadi yang merupakan mantan pengacara Setnov sebagai tersangka, dalam penyidikan tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP atas tersangka Setnov.
 
Bimanesh merupakan dokter yang merawat Setnov di RS Medika Permata Hijau dan diduga memanipulasi data rekam medis untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan penyidik KPK terhadap Novanto.
 
Menurut Menkes, pihaknya masih menunggu proses hukum hingga menghasilkan keputusan, terkait terbukti tidaknya ada rekayasa dalam penanganan medis terdakwa korupsi -eKTP Setya Novanto. "Kalau memang ada kesalahan, dari kami ada teguran pertama, kedua, sampai pidana. Bisa sampai cabut izin," tegas Nila.
 
Sementara itu untuk dokter Bimanesh, Nila menyerahkan kepada organisasi profesi yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memeriksa ada tidaknya etika yang dilanggar dalam menjalankan tugas sebagai dokter. "Di IDI ada Majelis Kode Etik Kedokteran. Mereka harus lihat dari sisi etika yang dilakukan dokter itu," katanya. Kementerian Kesehatan tidak bisa memberikan sanksi kepada dokter secara perorangan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,