Terisolir 5 Hari, Ribuan Warga Banjarnegara Krisis Sembako

Terisolir 5 Hari, Ribuan Warga Banjarnegara Krisis Sembako

Bencana tanah bergerak di Desa Bantar Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, Jumat 12 Januari 2018. (foto - ant)

Banjarnegara - Sedikitnya 2.200 jiwa warga yang tinggal di Dusun Pramen Desa Bantar Kecamatan Wanayasa di Kabupaten Banjarnegara mengalami krisis kebutuhan pokok, setelah lima hari terisolir. Pergerakan tanah yang memutus jalan kabupaten di dusun itu juga telah memutus akses transportasi.

Sejumlah warung penyedia kebutuhan pokok di desa tak bisa lagi disuplai, sejak jalan itu terputus. Pemilik warung juga tak dapat belanja barang dagangannya ke pasar karena tak ada akses untuk bisa keluar desa. Tak hanya itu, para pelajar pun harus berjalan kaki sejauh 3 km melalui jalur hutan untuk bisa mencapai sekolah.

Menurut Kepala Desa Suwidak, Arif Santosa kebutuhan pokok warga menipis karena beberapa hari terisolir. Harga berbagai kebutuhan pokok di desa ini praktis melonjak terkait dengan  kelangkaan stok. Tabung gas elpiji ukuran 3 kg misalnya, yang biasa dijual Rp 16 ribu kini naik menjadi Rp 35 ribu.

Begitupun bensin yang biasanya seharga Rp 8.500 per liter naik menjadi Rp 20 ribu per liter. "Kebutuhan pokok, rata-rata naik 50 persen dari harga biasanya. Meski harganya mahal, barang-barang itu tetap dibeli masyarakat karena memang dibutuhkan", katanya Jumat (12/1/2018).

Sejauh ini, warga bersama relawan tengah mengusahakan pembukaan jalan alternatif menuju Desa Karangtengah Wanayasa. Jalan akan diaktifkan kembali karena tidak ada jalur lain yang bisa dibuka untuk akses kendaraan. Jalur itu sebetulnya tidak direkomendasikan, karena beberapa kali jalan itu tergerus longsor hingga rusak dan membahayakan pengendara.

Sementara jalur alternatif lainnya menuju Desa Bantar masih berupa jalan setapak, yang hanya bisa dilalui oleh par pejalan kaki. "Jalan ke Karangtengah juga sering diterjang longsor. Namun demikian, saat ini sepertinya tidak ada pergerakan di sana sehingga akan kami buka kembali," katanya.

Pergerakan tanah tak hanya melanda Dusun Pramen Desa Bantar. Sebagian wilayah Desa Suwidak yang masih di wilayah perbukitan juga mengalami longsor. Sekitar 30 Kepala Keluarga (KK) di desa itu telah mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman, karena tempat tinggal mereka kembali terancam longsor. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,