Ikuti Setnov, Fredrichpun Akhirnya Mendekam di Rutan KPK

Ikuti Setnov, Fredrichpun Akhirnya Mendekam di Rutan KPK

Fredrich Yunadi keluar kantor KPK menuju ruang tahanan. (foto - ist)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK)  resmi menahan pengacara Fredrich Yunadi. Fredrich ditahan satu sel dengan Setya Novanto (Setnov) di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Penunjang KPK Jalan Kuningan Persada Kavling K4 Jakarta Selatan.

"‎Ya, Fredrich Yunadi ditahan di K4 Rutan KPK," sebut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Sabtu (13/1/2018). Fredrich akan menjalani masa penahanan pertamanya selama 20 hari ke depan, untuk proses kelengkapan berkas perkara penyidikan.

Mantan pengacara Setya Novanto itu ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 10 jam. ‎Ia rampung menjalani pemeriksaan penyidik KPK sekitar pukul 10.55 WIB. Fredrich turun dari lantai dua ruang pemeriksaan KPK dengan dikawal sejumlah petugas keamanan lembaga antirasuah.

Fredrich sempat angkat bicara terkait penangkapan dan penahanannya oleh KPK. Advokat yang mencuat saat menjadi kuasa hukum Setnov itu mengaku hanya menjalankan tugas sebagai pengacara. "Saya sebagai advokat. Saya hanya menjalankan tugas dan kewajiban saya membela Setya Novanto," aku Fredrich.

Bahkan, ia menuding lembaga pimpinan Agus Rahardjo telah memfitnah dirinya dengan sangkaan yang tidak benar. Ia sendiri ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan merintangi atau menghalangi proses penyidikan e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

"Saya difitnah. Katanya saya melakukan pelanggaran. Sedangkan Pasal 16 Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat sangat jelas mengatakan, advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana," katanya.

Sebelumnya, Tim Penyidik KPK melakukan jemput paksa disertai surat penangkapan terhadap Fredrich Yunadi, pada Jumat malam. Petugas melakukan penjemputan terhadap Fredrich sekitar pada pukul 21.00 WIB.

Fredrich ditangkap di Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan dan langsung digiring ke Gedung KPK. Ia tiba di KPK sekitar pukul 00.15 WIB. Namun ketika itu Fredrich menolak berkomentar saat dimintai keterangan soal penangkapannya.

Seperti diketahui, Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka bersama Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau yakni Bimanesh Sutarjo. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan menghalangi proses penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Setnov.

Diduga, ada skenario jahat yang dilakukan Fredrich Yunadi dan dr. Bimanesh untuk mengamankan Setnov saat mantan ketua DPR RI itu menjadi buronan KPK atas kasus dugaan korupsi e-KTP. Bimanesh sendiri telah lebih dulu ditahan KPK.

Ia ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka Jumat 12 Januari 2018 malam. Dokter spesialis penyakit dalam itu ditahan di Rutan Guntur Pomdam Jaya Jakarta Selatan. Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimaesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,