Ditembak Mati, Bandar Narkoba Jaringan Internasional Asal Cina

Ditembak Mati, Bandar Narkoba Jaringan Internasional Asal Cina

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo memperlihatkan barang bukti pisau yang ditusukkan kepada anggota. (foto - ist)

Bandung - Jajaran Satresnarkoba Polrestabes Bandung terpaksa menembak mati Xiao Yi (Xiao Xiao - 27), salah seorang warga negara asing (WNA) asal Ghuangdong Cina, karena melakukan perlawanan kepada anggota polisi.
 
Polisi pun sebelumnya menggeledah tersangka di kediamannya Jalan Atlantic 5 No. 11 Kelurahan Cengkareng Timur Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, Sabtu dinihari. Ketika polisi menemukan sabu dan ekstasi, tersangka langsung melakukan perlawan. Secara tiba-tiba ia menusukkan senjata tajam pisau kepada salah seorang anggota.

Diketahui, Xiao Yi merupakan salah satu bandar jaringan internasional. Pelaku pun merupakan pemesan narkotika jenis ketamine atau bahan baku narkoba berupa ekstasi dan sabu, yang dipesannya dari Cina.
 
"Pelaku terpaksa ditembak mati lantaran melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Bahkan, pelaku sempat melukai salah satu anggota kita dengan menusukkan pisau lipat, sehingga anggota pun harus mendapatkan perawatan medis akibat luka ditangan," sebut Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo didampingi Kasat ResNarkoba Polrestabes Bandung AKBP Haryo Tedjo kepada wartawan di kamar jenazah RS Sartika Asih, Sabtu (13/1/2018).

Menurut Hendro, kasus ini pengembangan dari diamankannya Zhank/Baiqian alias Penji, warga asal Cina yang diamankan petugas bea dan cukai di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, pada Rabu 10 Januari 2018) sekitar pukul 20.30 WIB. 
 
Tersangka Penji membawa narkotika jenis ketamine 4 kg, yang disembunyikan di handuk di dalam koper miliknya. Setelah itu pihak kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai (KPPBC) tipe madya A Bandung bekerjasama dengan SatresNarkoba Polrestabes Bandung, untuk melakukan pengembangan ke Jakarta.

Dari hasil interogasi awal, tersangka Zhang mengaku narkotika itu dibawa dari Malaysia untuk ke Bandung dan ke Jakarta. Setibanya di Bandara Husein Sastranegara ia akan dijemput oleh seseorang yang diduga merupakan utusan dari Jakarta.

"Setelah mengamankan tersangka Zhang, anggota mengamankan Uud Maaud. Dari pengakuannya, ia telah menerima orderan penjemputan dari saudara Ucok  untuk menjemput saudara Zhang di Bandara Husein Sastranegara untuk kemudian diantar ke Jakarta.

"Anggota pun langsung melakukan pengembangan dipimpin KasatresNarkoba AKBP Haryo Tedjo, dan Kanit I Iptu Tanwin ke jakarta untuk mengetajui peran tersangka Zhang. Satresnarkoba Polrestabes Bandung berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, untuk melakukan control delivery  dengan membawa serta Uud dan Zhang ke lokasi yang ditentukan," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,