Speedboat Bawa Puluhan Turis Cina Meledak di Laut Thailand

Speedboat Bawa Puluhan Turis Cina Meledak di Laut Thailand

Speedboat yang membawa 26 wisatawan Cina meledak di perairan Krabi Thailand bagian selatan. (foto - Twitter)

Bangkok - Sebuah kapal cepat (speedboat) yang membawa 26 wisatawan asal Cina termasuk tiga anak-anak, meledak di perairan Krabi Thailand bagian selatan. Sedikitnya 16 orang mengalami luka-luka akibat ledakan di kawasan wisata tersebut.

Dilansir Reuters, Senin (15/1/2018) berdasarkan keterangan kepolisian setempat menyebutkan, korban luka terdiri atas 14 wisatawan asal Cina dan dua anak buah kapal (ABK). sementara kantor berita Xinhua yang mengutip Konsulat Jenderal China di Songkhla melaporkan, lima wisatawan Cina yang menjadi korban luka dalam kondisi serius di rumah sakit.

Kepala Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Paisarn Khunsri menyatakan, kapal cepat bernama King Poseidon 959 tersebut tengah melaju ke Pulau Phi-Phi pada Minggu 14 Januari siang waktu setempat, saat ledakan tiba-tiba terjadi.

Para korban luka telah dibawa ke sejumlah rumah sakit setempat, termasuk Rumah Sakit Phi-Phi, Rumah Sakit Krabi dan Rumah Sakit Phuket. Krabi merupakan salah satu tujuan wisata terkenal di Thailand. Penyebab ledakan belum diketahui pasti. Otoritas setempat masih menyelidiki insiden ini lebih lanjut.

Sementara itu, media lokal Bangkok Post menyebut terjadi kebocoran bahan bakar pada kapal cepat tersebut. Nakhoda kapal disebut sempat meminta salah satu ABK untuk mengambil alih kemudi, ketika dirinya memeriksa mesin kapal.

Namun, secara tiba-tiba terjadi ledakan saat nakhoda membuka penutup salah satu dari tiga mesin kapal itu. Semua orang yang berada di atas kapal langsung melompat ke air, dan diselamatkan oleh sejumlah kapal turis yang ada di dekatnya.

Dilaporkan The Nation, yang mengutip Manassanan Mahima (perwakilan dari Apple Tours yang menyewa kapal cepat itu) menyatakan, para korban akan mendapatkan kompensasi dari asuransi.

Korban luka akan mendapat kompensasi masing-masing 500 ribu baht (Rp 200 juta), sedangkan korban meninggal mendapat kompensasi 1 juta baht (Rp 412 juta). Otoritas Pariwisata Cina pun telah mengumumkan rencana darurat, untuk membantu semua warganya yang menjadi korban ledakan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,