Otorita Cina Bersihkan Tumpahan Minyak Tanker Terbakar

Otorita Cina Bersihkan Tumpahan Minyak Tanker Terbakar

Otorita Cina bersihkan tumpahan minyak ajubat tanker terbakar setelah tabrakan dengan kapal barang Hongkong di lepas pantai Cina timur. (foto - Reuters)

Beijing - Kobaran api yang menghanguskan kapal tanker Sanchi asal Iran akhirnya berhasil dipadamkan, setelah beberapa hari terbakar. Kapal itu pun
 kemudian tenggelam ke dasar laut, yang menyisakan tumpahan minyak di lokasi tabrakan dengan kapal Hongkong di lepas pantai Cina Timur.
Seperti dilaporkan Reuters, Senin (15/1/2018) sejumlah kapal Cina berupaya membersihkan tumpahan minyak dari kapal tanker berawak yang sebagian besar warga Iran tersebut. Genangan minyak tampak di kawasan laut seluas 120 km persegi, yang diduga berasal dari minyak yang digunakan sebagai bahan bakar kapal tersebut.
Stasiun TV pemerintah Cina melaporkan, dua kapal menyebar bahan kimia ke laut yang terkena genangan minyak untuk melarutkan lapisan minyak yang tumpah. Kapal Sanchi membawa 136.000 ton kondensat minyak mentah dari Iran bertabrakan dengan kapal barang CF Crystal yang terdaftar di Hongkong membawa 64.000 ton biji-bijian, sektiar 260 km dari lepas pantai Shanghai, Sabtu 6 Januari lalu.
Usai tabrakan, Sanchi langsung terbakar yang berhasil dipadamkan pada Minggu 14 Januari subuh sebelum tenggelam. Sekitar 13 kapal dan pasukan komando Iran terlibat dalam operasi penyelamatan kapal itu, di tengah cuaca buruk. Upaya penyelamatan kapal tanker Sanchi itu pun sudah berlangsung selama sepekan lebih.

Seorang juru bicara tim penyelamat Iran, Mohammad Rastad mengatakan, tidak ada harapan untuk bisa menemukan korban yang selamat dari 32 awak kapal, yang terdiri atas 30 warga Iran dan dua orang Bangladesh. Hari Sabtu para petugas yang naik ke atas kapal menemukan jenazah dua awak kapal yang berada di dalam perahu penyelamat, sedang satu jenazah lainnya sudah ditemukan lebih dulu.

Petugas penyelamat dilaporkan berhasil mendapatkan kotak hitam berisi informasi pelayaran, namun petugas harus segera meninggalkan kapal karena asap tebal yang beracun dan tingginya termperatur. Kapal berbendera Panama itu sedang membawa minyak dari Iran menuju Korea Selatan saat bertabrakan dengan kapal CF Crystal, meski belum diketahui penyebab tabrakan itu.

Pemerintah Iran sudah menyatakan hari berkabung nasional untuk menghormati 30 awak kapal tanker Sanchi asal Iran, yang dipastikan tidak ada yang selamat. Pemerintah Iran pun sudah menyatakan Senin 15 Januari sebagai masa berkabung nasional untuk mengenang yang disebut sebagai "para pelaut yang berani".

Sementara itu, di lautan pihak berwenang harus bekerja keras untuk mencegah terjadinya bencana lingkungan akibat tumpahan minyak. Organisasi pegiat lingkungan Greenpeace sudah mengeluarkan pernyataan, lokasi tenggelamnya kapal merupakan kawasan "tempat berkembang biaknya" ikan.

"Kawasan tersebut saat ini merupakan area musim dingin bagi ikan-ikan yang bisa dimakan, seperti ikan selayur, swangi, kembung, makerel dan kepiting biru. Kawasan itu juga merupakan jalur migrasi untuk sejumlah mamalia laut, seperti paus bungkuk, paus right dan paus gray," demikian pernyataan tertulis Greenpeace.

Sejauh ini, belum diketahui pasti penyebab tabrakan antara kapal tanker Sanchi dengan kapal barang CF Crystal tersebut. Para ahli khawatir, tenggelamnya kapal yang berisi minyak itu bisa lebih berbahaya bagi lingkungan laut dibandingkan dengan minyak yang dibakar di permukaan laut.

Diperkirakan, kapal akan mengeluarkan muatan minyak yang tersisa maupun yang merupakan bahan bakar mesin kapal, sehingga mencemari air laut sekitarnya. "Sama seperti limpahan minyak besar lainnya. Ini khususnya untuk tumpahan kondensat yang sangat beracun dan mudah menguap," tegas ahli kelautan Amerika Serikat, Rick Stainer. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,