Bincang Sehat 'Nyeri Lutut Tanpa Operasi'

Bincang Sehat 'Nyeri Lutut Tanpa Operasi'

foto dokter ahli tulang dr Thirukumaran Subramaniam saat memberikan materi diacara Bincang Sehat di Hotel Sensa Bandung

Bandung- Nyeri lutut atau sakit pada lutut tidak mengenal batas usia.

Dapat menyerang siapa saja  tua, muda, atau anak-anak. Namun pada kenyataannya nyeri lutut banyak dikeluhkan pada usia lanjut. Jika pun ada yang berusia 30 tahun ke atas itu karena faktor pernah cedera sehingga mempercepat adanya nyeri lutut yang diderita.

Untuk mendekatkan diri pada penderita nyeri lutut, dan mungkin bagi calon pasien yang ingin berobat ke luar negeri, akhir pekan lalu RS Mahkota  Medical Center (MMC) Melaka Malaysia menggelar acara "Gathering and Bincang Sehat" bersama  Dr. Thirukumaran Subramaniam membawakan topik  ‘Nyeri Lutut’ di Hotel Sensa Ciwalk Jl Cihampelas Bandung.

Menurut Dr Thirukumaran,  salah satu penyebab nyeri pada lutut adalah dikarenakan Osteoarthritis. Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi dimana ada pelunakan dan disintegrasi pada tulang rawan sendi. Ada banyak kondisi yang dapat mengakibatkan degenerasi sendi lutut.

"Osteoarthirits adalah penyebab yang paling umum dan biasa disebut sebagai 'wear and tear arthiritis'. Osteoarthritis dapat timbul tanpa sejarah cedera sendi lutut. Pada beberapa orang ada yang bersifat genetika sehingga kemungkinan terkena Osteoarthritis semakin besar. Fungsi sendi lutut yang tidak normal dapat menyebabkan keretakan, robeknya tulang rawan dan robeknya ligament, yang mengarah pada penurunan beberapa tahun setelah cedera,' ujar dokter berdarah India ini.

Dia menjelaskan, dengan permukaan pelindung yang licin dari  articular cartilage akan bergesekan dengan tulang. Hal ini bisa menimbulakan sakit yang luar biasa.

"Mengalami sakit pada lutut bukan berarti harus dioperasi. Kenyataannya, banyak keluhan yang dapat ditangani dengan tanpa operasi,  termasuk :
   -  Pengobatan anti peradangan, glukosamin
   -  Suntikan pada lutut
   -  Fisioterapi
Apabila obat minum tidak menunjukkan hasil, maka perawatan selanjutnya adalah dengan menyuntik langsung pada lutut. Suntikan ini mengandung steroid dan viscomodulating agents, yang dapat membantu memberikan/menambah pelumas pada sendi," kata Thirukumaran.

Jadi, kata Thirukumaran, operasi akan dipertimbangakan apabila pengobatan non-operasi tidak berhasil pada menghilangkan rasa sakit atau pada beberapa kasus OA yang lebih berat, dimana persendian tidak stabil dan menjadi cacat.

Saat itu juga digelar tanya jawab dengan peserta Gathering dan Bincang Sehat yang cukup banyak peminatnya untuk bertanya.

Salah seorang penanya Ny Achi  mengatakan, ibunya mengalami nyeri lutut menahun, karena faktor usia sehingga hidupnya hanya di tempat tidur dan kursi roda. Apakah anak-anaknya akan mewarisi penyakit serupa pada usia tertentu?

Dr Thirukumaran mengatakan, tidak semestinya ibu yang sakit lutut lantas turun ke anak-anaknya, tetapi jika ada gangguan cedera akan memicu sang anak untuk sakit lutut.

"Karena faktor cedera ini menjadi awal kehadiran penyakit nyeri lutut, untuk mencegah nya sebaiknya tidak melakukan olah raga yang berat, cukup naik sepeda, jalan kaki disarankaan bagi penderita nyeri lutut dini atau bagi usia lanjut. Dalam olah raga pun jangan dilakukan tiap hari tetapi cukup 3 atau 4 kali dalam seminggu akan memberikan dampak yang baik," papar dokter.

Hadir pula perwakilan langsung dari MMC Malaka Malaysia Janelle Lee. Perwakilan MMC Bandung Herry Siswandi dan Yen Dertha selaku tim marketing.
Menurut Herry Siswandi acara Gathering dan Bincang Sehat merupakan agenda rutin yang digelar dengan menghadirkan dokter langsung dari MMC Melaka Malaysia. "Ini tujuannya untuk meningkat kepedulian terhadap kesehatan dan juga memberikan informasi yang dibutuhkan bagi warga Bandung khususnya yang ingin berobat ke Malaysia," kata Herry.(Ode)**

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:kesehatan,