Koruptor Pembangunan Stadion GBLA Hanya Divonis 5,5 Tahun

Koruptor Pembangunan Stadion GBLA Hanya Divonis 5,5 Tahun

Sidang korupsi pembangunan Stadion GBLA senilai Rp 545,5 miliar dengan terdakwa Yayat Ahmad Sudrajat di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 22 Januari 2018. (foto - ist)

Bandung - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung menjatuhkan vonis terhadap mantan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, Yayat Ahmad Sudrajat dengan hukuman 5 tahun 6 bulan.

 Yayat dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus korupsi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (22/1/2018).

Ketua Majelis M Fuad salam amar putusannya menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berkelanjutan, sebagaimana dakwaan primer Pasal 2 ayat (1) UU nomor 32 tahun 2009 ayat 1, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20, tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

"Menjatuhkan pidana penjara 5 tahun 6 bulan dengan denda Rp 200 juta, subsider kurungan empat bulan," kata hakim. Putusan yang diberikan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yakni 8 tahun dan denda Rp 500 juta subsider kurungan 6 bulan.

Atas putusan tersebut, Yayat dan kuasa hukumnya mengambil sikap pikir-pikir. Hal yang sama dilakukan jaksa Theo. Kasus yang menjerat Yayat Ahmad Sudrajat, yakni korupsi pembangunan Stadion GBLA senilai Rp 545,5 miliar. Berdasarkan hasil audit BPK, negara mengalami kerugian Rp 103 miliar.

Kasus itu berawal saat terjadi pergeseran struktur tanah dan fondasi bangunan stadion itu awal 2015. Dari penyelidikan Bareskrim Polri, ditemukan sejumlah pelanggaran dalam pembangunan stadion kebanggaan Kota Bandung tersebut.

Antara lain, ketidaksesuaian spek barang, dugaan penggelembungan nilai proyek (mark up), hingga penyalahgunaan kewenangan. Hasil audit BPK terjadi potensi kerugian negara sebesar Rp 103,5 miliar, dari total nilai proyek APBD 2013-2015 senilai Rp 545,5 miliar. 

Ketika proyek pembangunan stadion di Gedebage TA 2009-2013 itu, Yayat menjabat sebagai Sekretaris sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis dan Kuasa Pengguna Anggaran dari Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung. Iia dianggap sebagai orang pertama yang bertanggung jawab atas dugaan tindak pidana pembangunan stadion tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,