Gempa Banten, 116 Rumah Rusak 8 Siswa di Cianjur Terluka

Gempa Banten, 116 Rumah Rusak 8 Siswa di Cianjur Terluka

Ratusan rumah di Kabupaten Lebak rusak akibat gempa. (foto - @BNPB_Indonesia)

Lebak - Kerusakan bangunan dan rumah akibat gempa 6,4 SR yang mengguncang wilayah Lebak Banten terus bertambah hingga mencapai 116 unit rumah di Lebak. Sementara di Tanggeung Kabupaten Cianjur, delapan murid SMKN I terluka tertimpa atap sekolah.

Para siswa korban itu langsung dilarikan dan mendapat perawatan di puskesmas setempat. "Kami memastikan jumlah kerusakan rumah terus bertambah, dari sebelumnya 105 unit kini menjadi 116 unit rumah," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Selasa (23/1/2018).

Dalam kaitan itu, BPBD membuka posko bencana gempa tektonik karena dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan infrastuktur maupun rumah. Kebanyakan korban kerusakan rumah tersebut berada di Kecamatan Panggarangan hingga mencapai puluhan rumah.

Sementara itu, delapan orang siswa SMKN I Tanggeung Kecamatan Tanggeung Cianjur dilarikan ke puskesmas setempat karena mengalami luka-luka, akibat atap bangunan sekolah yang ambruk akibat gempa.  Kasi Trantib Kecamatan Tanggeung Abdurahman mengatakan, selang beberapa saat ribuan siswa berhamburan keluar dari dalam ruangan di lantai 1 dan 2 bangunan sekolah itu.

Sebagian besar korban yang tertimpa atap bangunan yang ambruk merupakan siswa yang kelasnya terletak di lantai 2, belum sempat keluar dari dalam ruangan yang tiba-tiba ambruk bagian atap saat gempa melanda. "Enam orang luka berat dan dua orang lainnya luka ringan di bagian kepala, karena tertimpa langit-langit ambruk saat hendak keluar ruangan," katanya.

Gempa 6,4 SR yang terjadi di Lebak - Banten itu terasa cukup kencang, sehingga mengakibatkan sebagian atap bangunan sekolah ambruk dan menimpa siswa yang berusaha keluar dari dalam ruangan. "Saat gempa terjadi 1.250 siswa berusaha keluar secara bersamaan, sehingga beberapa orang siswa masih tertahan di dalam ruangan karena akses jalan keluar terhambat. Ke-8 siswa itu, saat ini sudah mendapatkan pertolongan medis di puskesmas setempat," katanya.

Mengenai dampak lain dari gempa yang melanda kawasan itu, pihaknya masih melakukan monitoring. Namun hingga sore menjelang belum ada laporan rumah atau bangunan lain yang rusak akibat gempa. Ribuan siswa pun dipulangkan karena takut gempa susulan terjadi.

Pihak sekolah berupaya melakukan perbaikan atap bangunan sekolah yang ambruk segera dilakukan, agar proses belajar belajar tidak terganggu. Sedangkan dampak lainnya dari gempa tersebut masih kami monitoring," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,