17 Perusahaan di Wilayah Purwakarta Turut Cemari Citarum

17 Perusahaan di Wilayah Purwakarta Turut Cemari Citarum

Air Citarum sudah sangat tercemar limbah dengan skala berat. (foto - ist)

Purwakarta - Sedikitnya terdapat 17 perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Purwakarta diduga membuang limbah cairnya langsung ke Sungai Citarum. ‎Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta pun menyatakan, pencemaran air di sungai terbesar di Jabar itu sudah skala berat.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Didi Suardi menjelaskam, ‎pencemaran air di Sungai Citarum yang melintasi wilayah kerjanya sudah sangat memprihatinkan. Pencemaran itu salah satunya disumbang dari perusahaan yang ada di wilayahnya.
 
"Berdasarkan catatan yang ada pada kami, sedikitnya ada 17 ‎perusahaan yang diduga membuang limbah B3 ke aliran Sungai Citarum," sebut Didi, Selasa (23/1/2018).
 
Namun demikian, instansinya tak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut karena keterbatasan kewenangan. Adapun ‎perusahaan yang terindikasi menyumbang pencemaran itu, berada di sepanjang DAS Citarum yang melintasi Purwakarta. Mulai dari wilayah Jatiluhur hingga kawasan BIC Kecamatan Bungursari.
 
Ia mengatakan, dari 17 perusahaan tersebut beberapa di antaranya milik asing. Misalnya, PT Indorama, PT Lenzin Pasivic Viscose serta PT Indo Bharat Rayon (IBR).‎ 
 
Namun, karena keterbatasan kewenangan pihaknya tidak bisa memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang mencemari Sungai Citarum itu. "Dalam hal ini, kewenangan kita sekadar melakukan pengawasan dan memberikan sanksi administratif," katanya.
 
Menurutnya, jangankan untuk memberi teguran lebih kepada perusahaan nakal itu, sekadar untuk membabat rumput di sepanjang DAS Citarum saja harus izin ke BBWS Citarum. Pleh karena itu, pihaknya tak bisa bekerja sendiri, tapi memang perlu penanganan dari hulu ke hilir serta melibatkan semua elemen dan stakeholder.
 
Lepas dari hal tersebut, pihaknya mengklaim setiap bulan ada pemeriksaan berkala dari dinasnya mengenai kualitas air Citarum. Di wilayah Purwakarta, ada 40 titik yang jadi sampel pemeriksaan. Dari hasilnya, air Citarum sudah sangat tercemar limbah dengan skala berat.
 
"Hasil pengawasan dan pemeriksaan kami dari sampel air, ditemukan banyak bahan berbahaya yang mencemari air di Sungai Citarum. Salah satunya, jenis merkuri‎," tegasnya.
 
Didi mengimbau, kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk tidak memanfaatkan air Citarum. Sebab, jika terus-menerus dimanfaatkan bisa menimbulkan efek negatif di kemudian hari.
 
"Kami menyarankan, masyarakat tidak memakai air Citarum untuk keperluan sehari-hari. Sebab, air di sungai tersebut sudah tercemar limbah dengan kategori berat," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,