Gempa Alaska Direvisi Jadi 7,9 SR Warga Tetap Dievakuasi

Gempa Alaska Direvisi Jadi 7,9 SR Warga Tetap Dievakuasi

Badan Survei Geologi AS (USGS) mencatat gempa yang berpusat di lokasi berjarak 290 km sebelah tenggara Kodiak Alaska berkekuatan 8,2 SR. (foto - USGS)

Anchorage - Kekuatan gempa bumi hebat yang mengguncang Teluk Alaska direvisi menjadi 7,9 pada skala Richter (SR). Peringatan tsunami pun yang sebelumnya dirilis untuk wilayah pantai barat Amerika Serikat (AS) dan Kanada serta wilayah Hawaii telah dicabut.
 
Sebelumnya, Badan Survei Geologi AS (USGS) mencatat gempa yang berpusat di lokasi berjarak 290 km sebelah tenggara Kodiak Alaska tersebut berkekuatan 8,2 SR. USGS mencatat, pusat gempa berada pada kedalaman 10 km di dasar laut.
 
Pusat Peringatan Tsunami Nasional (NTWC) kemudian merilis peringatan tsunami untuk wilayah pantai barat AS dan wilayah selatan serta tenggara Alaska serta pantai barat Kanada. Peringatan tsunami juga sempat dirilis untuk wilayah Hawaii. 
Dilansir AFP, Selasa (23/1/2018) perintah evakuasi dikeluarkan untuk sebagian wilayah Alaska hingga wilayah San Francisco dan California. Warga yang tinggal di dekat laut diminta segera mengungsi. Tidak lama kemudian, NTWC mencabut peringatan tsunami. 
 
Peringatan tsunami telah dicabut untuk wilayah Washington, Oregon, California, Hawaii dan British Columbia di Kanada. "Karena informasi dan analisis tambahan menjelaskan ancaman itu secara lebih baik," sebut NTWC merujuk pada alasan pencabutan.

Meski peringatan tsunami dicabut, gelombang setinggi 30 cm diperkirakan telah muncul di wilayah pantai Alaska. Warga di Pulau Kodiak Alaska yang berpenduduk 6.100 orang, diminta untuk tetap waspada. Ratusan orang dilaporkan telah berkumpul di sebuah sekolah menengah setempat, usai sirene peringatan tsunami berbunyi di pulau itu. 
 
Wakil kepala sekolah tersebut, Neil Hecht menyebutkan sekolah itu berdiri di ketinggian 50 meter dari permukaan air laut, sehingga dianggap tepat sebagai tempat evakuasi. Sejauh ini, belum ada laporan mengenai adanya kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa kuat di Teluk Alaska itu.

Sementara itu Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan mengenai situasi seusai gempa mengguncang Alaska. Namun demikian, JMA tidak merilis peringatan tsunami untuk wilayahnya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,