Pemasok Sayur Mayur ke Pasar Swalayan Belum Naikkan Harga

Pemasok Sayur Mayur ke Pasar Swalayan Belum Naikkan Harga

Pemasok Sayur Mayur ke Pasar Swalayan Belum Naikkan Harga

Bandung- Para petani dan kelompok pemasok sayur mayur ke pasar swalayan di Bandung belum menaikkan harga jual karena harus menuntaskan kontrak dengan pasar modern itu meski terkena imbas kenaikan harga BBM.
 
"Biaya transportasi memang sudah naik sekitar 15 persen, namun kami belum menaikkan harga komoditi karena harus menuntaskan harga kontrak. Namun sepekan atau dua pekan ke depan tentu akan ada penyesuaian," kata Manajer Logistik dan Distribusi Katata Pal Indonesia (Kapalindo) Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Andri Rakhmansyah di Bandung, Jumat (21/11/2014).
 
Ia menyebutkan, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan pihak pasar modern untuk memastikan penyesuaian harga jual. Selain itu pihaknya juga terus memantau harga di pasar-pasar tradisional.
 
Dia menyebutkan, kenaikan banyak dilakukan di sektor hilir. Namun pihaknya sebagai sektor hulu harus tetap taat kontrak dan tetap memberikan harga yang sesuai dan wajar.
 
"Dampak kenaikan BBM tak hanya untuk transportasi, juga untuk operasional dan upah buruh. Belum lagi biaya obat-obatan dan pupuk," katanya.
 
Selain itu, ia juga tengah melakukan penghitungan penyesuaian upah buruh. Berdasarkan pengalaman kenaikan BBM sebelumnya kenaikan upah buruh tani naik sekitar 20 persen.
 
Ia menyebutkan Kapalindo menjual sejumlah sayuran ke pasar modern dan pasar tradisional di sekitaran Bandung. Di antaranya tomat sebanyak 5-6 ton per minggu, dan tomat dua ton per bulan dengan harga lebih tinggi dari pasaran. Harganya Rp5.500 hingga Rp9.000 per kilogram tergantung kualitas produk," katanya. (AY)
.

Categories:Bandung,