Honggo Masih Diburu, Bareskrim Sita Sejumlah Dokumen

Honggo Masih Diburu, Bareskrim Sita Sejumlah Dokumen

Tim Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kediaman tersangka kasus dugaan korupsi kondensat Honggo Wendratno. (foto - ist)

Jakarta - Sejumlah dokumen diamankan Tim Bareskrim Polri dari kediaman tersangka kasus dugaan korupsi kondensat, Honggo Wendratno. Dokumen termasuk nomor handphone, yang didapat dari penggeledahan akan digunakan sebagai petunjuk perburuan Honggo.
 
"Kami terus mencari alat bukti, dokumen atau petunjuk lain maupun saksi untuk mencari keberadaan tersangka. Kami mencari petunjuk dokumen atau surat yang bisa jadi petunjuk," kata Kasubdit III TPPU/Money Laundry Bareskrim Polri Kombes Djamaluddin di kediaman Honggo Jalan Martimbang III No. 3 Kebayoan Baru jakarta Selatan, Rabu (24/1/2018).
 
"Baru dokumen dan nomor HP yang disita," katanya. Menurutnya, penggeledahan rumah dilakukan setelah Honggo tiga kali mengkir dari panggilan penyidik. Penyidik memanggil Honggo untuk pelimpahan perkara tahap II, yakni penyerahan barang bukti dan tersangka dari Bareskrimm ke Kejaksaan Agung.
 
"Selaku penyidik kami telah memanggil tiga kali terhadap tersangka saudara HW, dalam rangka penyerahan tahap II untuk ke kejaksaan. Malam ini yang bersangkutan kita tunggu sampai pukul 18.00 tadi ternyata tidak datang juga," tegas Djamaluddin. "Oleh karena itu, kami melakukan upaya paksa, yakni melakukan perintah membawa lalu pengecekan di rumah yang bersangkutan," katanya. 
 

Soal hilangnya Honggo, informasi terakhir yang diterima polisi, tersangka berada di Singapura. Pada 2016, penyidik sempat bertemu Honggo yang sedang sakit. 

"Keberadaan yang bersangkutan terakhir 2016 berada di Singapura, saat itu ia sakit. Kita sempat melakukan pemeriksaan di sana. Kita tetap mencari".
 

Penyidik Bareskrim Polri menggeledah rumah buronan kasus dugaan korupsi kondensat itu, yang kini hanya ditempati dua orang asisten rumah tangga dan satpam. Tim Bareskrim datang ke rumah Honggo sekitar pukul 19.00 WIB, dan dua puluh menit kemudian tim melakukan penggeledahan.

 

 

Ketua RT setempat ikut mendampingi penggeledahan itu. Penggeledahan dimulai dari lantai dasar rumah dengan desain interior marmer dan didominasi warna emas. Di lantai tersebut di mana ada tiga kamar tidur, tuang tamu, ruang televisi, ruang tengah dan dapur.
 
Selain Honggo Wendratno, penyidik Bareskrim juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakni eks Kepala BP Migas Raden Priyono dan eks Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,