Polres Purwakarta Sidak ke PT SPV Diduga Cemari Citarum

Polres Purwakarta Sidak ke PT SPV Diduga Cemari Citarum

Polres Purwakarta mengadakan sidak ke PT SPV diduga cemari Sungai Citarum. (foto - ist)

Purwakarta - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta melakukan Inspeksi Dadakan (Sidak) pada PT South Pacific Viscose (SPV), yang berada di Jalan Raya Industri. Hal itu dilakukan menyusul dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan itu, yang sebelumnya didemo warga.

Demo ratusan warga terhadap PT South Pasifik di Desa Cicadas Kecamatan Babakan Cikao itu, menuntut pihak perusahaan agar diproses secara hukum. Sebab warga menilai perusahaan telah membuang limbah B3 ke aliran Sungai Citarum serta membuang gas beracun lewat udara.

Hal tersebut biasanya dilakukan pada malam hari, sehingga berdampak pada balita di sekitar Desa Cicadas yang menderita flek. Perusahaan itu juga dinilai telah membuang limbah B3, tanpa melalui proses netralisasi terlebih dahulu ke Sungai Citarum.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta Jawa Barat AKP Agta Bhuwana, Rabu (24/1/2018) mengatakan, dengan adanya demo yang digelar ratusan warga, pihaknya langsung mengadakan inspeksi mendadak ke perusahaan itu, Mulai dari tempat pengolahan limbah padat dan cair hingga ke pembuangan menuju Sungai Citarum.

Menurut Agta, secara kasat mata pihaknya belum menemukan adanya tanda-tanda limbah beracun B3 yang dibuang ke Sungai Citarum, yang dapat merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat. Namun, pihaknya telah mengambil sample limbah cair yang dibuang ke Sungai Citarum untuk diuji di laboratorium.

Sementara itu, General Affairs PT South Pacific Vicose Widi Nugroho Sahib mengatakan, pihaknya sangat terbuka dengan adanya sidak yang dilakukan oleh pihak Polres Purwakarta. Sebab, tidak ada satu pun hal yang harus ditutup-tutupi oleh perusahaan.

Menurutnya, perusahaan sangat kooperatif terhadap segala pertanyaan yang diberikan oleh pihak kepolisian. Selain itu, pembuangan limbah ke Citarum sudah berdasarkan pemeriksaan berstandar tinggi, sehingga apa yang dikembalikan ke Citarum sudah sesuai dengan baku butuh yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

"Menyoal aksi demo warga, kami tidak mempermasalahkan hal itu, karena sesuai undang-undang di mana seluruh warga negara diberikan hak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi." katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,