Siswa Umbar Tembakan di Sekolah di Kentucky Ditangkap

Siswa Umbar Tembakan di Sekolah di Kentucky Ditangkap

Suasana di Marshall County High School Benton di Kentucky setelah seorang siswa mengumbar tembakan. (foto - mysanantonio)

Benton - Seorang siswa berusia 15 tahun yang melakukan penembakan secara brutal di Marshall County High School Benton, berhasil ditangkap pihak kepolisian Kentucky. Akibat aksi brutal tersebut, dua orang dilaporkan tewas dan 17 lainnya terluka.

"Penembak akan didakwa dengan dua tuduhan pembunuhan dan beberapa percobaan percobaan pembunuhan," sebut Kepolisian Negara Bagian Kentucky. Pihak kepolisian sendiri belum mengungkap motif penembakan itu, namun mereka yakin remaja yang belum diidentifikasi dan bertindak sendirian.

Dilansir Reuters, Rabu (24/1/2018) aksi penembakan itu terjadi di Sekolah Tinggi Marshall County di Benton, sesaat sebelum pukul 8 pagi waktu setempat. "Pelaku memasuki area umum, mengeluarkan pistol dan mulai menembaki siswa," kata saksi mata kepada media Kentucky.

Polisi Negara Bagian Kentucky sebelumnya melaporkan, 14 orang tertembak termasuk dua orang yang meninggal, namun jumlah itu berubah menjadi 17. Selain mereka yang ditembak, lima orang lainnya juga terluka dalam kekacauan tersebut. Korban berusia antara 14 dan 18 tahun.

"Sedikitnya seorang siswa yang dirawat di rumah sakit menderita patah rahang karena diinjak-injak, ketika mencoba untuk melarikan diri," kata jaksa Marshall County Jeff Edwards.

Edwards berkeliling sekolah, dari mana dia, istri dan anak-anaknya semua lolos menggambarkan tanda-tanda berusaha untuk melarikan diri dari tembakan. Ransel, ponsel dan pakaian bertebaran di area utama di mana penembakan terjadi. "Saat kejadian tampaknya semua orang meninggalkan semuanya. Itu seperti nyata, melihat kekacauan," kata Edwards.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, Presiden Donald Trump telah diberitahu mengenai penembakan tersebut. "Pikiran dan doa kita ada bersama para korban dan keluarga di sana," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,