Tumpahan Minyak Tanker Sanchi Bisa Sampai Jepang

Tumpahan Minyak Tanker Sanchi Bisa Sampai Jepang

Tumpahan minyak dari kapal tanker Sanchi yang meledak akibat tabrakan dengan kapal barang CF Crystal di pantai timur Cina. (foto - AP)

London Sejumlah pihak mengkhawatirkan muntahan minyak dari kapal tanker Sanchi yang meledak di pantai timur Cina, mencemari perairan Jepang.
 
Dilansir Reuters, Sabtu (27/1/2018) Pusat Oseanografi Nasional Inggris mengatakan, pihak berwenang memiliki masalah yang harus segera diselesaikan. Kekhawatiran pun berkembang mengenai potensi dampak terhadap ekosistem laut di Jepang dan Korea Selatan.

"Sementara simulasi model marinir darurat yang diperbarui menunjukkan, perairan yang tercemar oleh kapal tanker minyak Sanchi yang tenggelam dapat mencapai Jepang dalam waktu satu bulan," sebutnya dalam sebuah laporan yang di-posting pada 16 Januari. 

"Simulasi yang direvisi menunjukkan, polusi dari tumpahan dapat didistribusikan lebih jauh. Bahkan, bisa lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, dan daerah pantai yang lebih luas mungkin terkena dampaknya," katanya.

Menurut Federasi Polusi Tanker Internasional, kejadian itu adalah tumpahan minyak terburuk selama 35 tahun terakhir. Kapal Sanchi membawa lebih dari 100.000 ton minyak beracun, bertabrakan dengan kapal barang CF Crystal dan meledak pada Sabtu 6 Januari.

Hari Sabtu 13 Januari, para petugas yang naik ke atas kapal tersebut menemukan jenazah dua awak kapal yang berada di dalam perahu penyelamat, sementara satu jenazah lainnya sudah ditemukan lebih dulu.

Petugas penyelamat dilaporkan sudah berhasil mendapatkan kotak hitam berisi informasi pelayaran, namun petugas harus segera meninggalkan kapal karena asap tebal beracun dan tingginya temperatur. Namun, penyebab terbakar belum diketahui.

Kejadian itu menewaskan 32 awak kapal. Kapal tersebut membakar, memuntahkan muatannya, selama lebih dari seminggu sebelum tenggelam di perairan antara Cina, Jepang dan Korea Selatan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,