Jangan Lewatkan Kejadian 152 Tahun Lalu Pukul 18.48 WIB

Jangan Lewatkan Kejadian 152 Tahun Lalu Pukul 18.48 WIB

Super Blue Blood Moon. (foto - blogs)

Bandung - Gerhana bulan total "Super Blue Blood Moon" dapat disaksikan masyarakat pada Rabu (31/1/2018) malam ini mulai pukul 18.48 WIB. Fenomena langka tersebut terjadi kembali setelah 152 tahun lalu.
 
Posisi bulan, bumi dan matahari akan berada pada satu garis lurus, yang menyebabkan bulan akan tertutup bayangan bumi untuk beberapa saat. Selain gerhana, akan terjadi Supermoon, yakni posisi bulan berada pada jarak paling dekat dengan bumi.
 
Bulan akan terlihat lebih besar dari biasanya dan berwarna kemerahan. Fenomena itu kerap disebut juga Bloodmoon. Bluemoon atau peristiwa bulan purnama terjadi sebanyak dua kali dalam satu bulan. Sebelumnya, terjadi pada 2 januari 2018 lalu dan 31 Januari 2018.
 
Menurut Peneliti Fisika Matahari Pusat Sains Antariksa 
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (
Lapan) Bandung, Agustinus Gunawan Admiranto, ketiga fenomena itu pernah terjadi bersamaan 152 tahun lalu. Momen yang dapat disaksikan masyarakat akan terjadi kembali dan dalam waktu yang lebih lama.
 
Sebelumnya, 
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung  membuka pendaftaran terbatas kepada 50 orang untuk menyaksikan fenomena langka itu.  
Pendaftaran dilakukan di kantor LAPAN Jalan Dr. Djunjunan No.133 Kota Bandung tanpa pungutan biaya alias gratis. Lokasi pengamatan pun berada di kantor LAPAN Bandung.
 
Agustinus Gunawan Admiranto menyatakan, ada dua teleskop yang digunakan untuk mengamati Super Blue Blood Moon. Satu teleskop disiapkan khusus untuk merekam proses gerhana. Teleskop lainnya dipakai untuk publik secara bergantian.  
"Kenapa disebut fenomena langka? Sebab ada tiga fenomena terjadi sekaligus, yakni bluemoon, supermoon dan gerhana bulan total," katanya.
 
 
Ia menyebutkan, tidak seperti gerhana matahari yang hanya bisa diamati di daerah yang sangat terbatas, gerhana bulan ini bisa diamati di sebagian besar permukaan bumi. Yakni dari wilayah Amerika Utara, Samudera Pasifik, Siberia Timur dan Asia, namun gerhana itu tidak akan terlihat dari sebagian besar Amerika Selatan dan Afrika.
 
Proses gerhana bulan ini terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap gerhana parsial, gerhana total dan gerhana parsial. Proses gerhana berlangsung sekitar empat jam. Untuk para pengamat di daerah Waktu Indonesia Barat. (Jr.)**
 
Tahapan gerhana bulan malam ini bisa dilihat seperti berikut:

- Awal gerhana parsial terjadi pada 18:48 WIB
- Awal gerhana total terjadi pada 19:52 WIB
- Puncak gerhana terjadi pada 20:30 WIB
- Akhir totalitas terjadi pada 21:08 WIB
- Akhir gerhana terjadi pada parsial 22:11 WIB.
.

Categories:Unik,
Tags:,